Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketua Baznas: Prabowo Bukan Santri, Tapi Bacaan Islamnya Luar Biasa

Bukan santri tapi hafal asnaf! Sodik Mudjahid bongkar rahasia bacaan Islam Prabowo yang luar biasa mendalam. Cek alasan beliau di sini!

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reza Deni
zoom-in Ketua Baznas: Prabowo Bukan Santri, Tapi Bacaan Islamnya Luar Biasa
Tribunnews.com/Reza Deni
SISI RELIGIUS — Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid saat berbicara dalam acara Z-TALK di Jakarta, Senin (16/3/2026). Sodik mengungkap kekagumannya atas kedalaman literasi Islam Presiden Prabowo Subianto yang memahami detail hukum zakat meski bukan lulusan pesantren. 

Ringkasan Berita:
  • Jalur Nasib: Sodik Mudjahid urungkan niat jadi Dubes demi perintah langsung Prabowo urus rakyat.
  • Rahasia Presiden: Terbongkar! Prabowo ternyata kuasai literatur Islam mendalam dan hafal detail asnaf zakat.
  • Prinsip Syariat: Presiden wanti-wanti dana zakat tak boleh dicampur bansos, wajib patuhi delapan golongan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Sodik Mudjahid, membeberkan sisi intelektual-religius Presiden RI Prabowo Subianto yang jarang tersorot kamera. Di balik gaya kepemimpinannya yang tegas, Prabowo ternyata memiliki literasi fikih zakat yang sangat mendalam.

Dalam sambutannya di Kantor Baznas RI, Jakarta Timur, Senin (16/3/2026), Sodik menceritakan pengalamannya berdiskusi dengan Presiden terkait strategi pengentasan kemiskinan.

"Tapi hebatnya Bapak-Ibu, Pak Prabowo ini orang mengatakan bukan santri, tapi bacaan Islamnya luar biasa," ungkap Sodik di hadapan para hadirin.

Batal ke Aljazair Demi Mandat Prabowo

Sebelum berlabuh di Baznas, Sodik mengungkap dinamika politik yang nyaris membawanya ke luar negeri.

Selepas Pileg 2024, ia sempat direkomendasikan petinggi Partai Gerindra untuk menduduki pos diplomatik prestisius.

"(Rekomendasi Dasco) duta besar di Aljazair, begitu. Pak Muzani, duta besar di Maroko, begitu," kenang Sodik.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, loyalitas 20 tahun mendampingi Prabowo membuatnya memilih jalan lain. Ia merasa pengabdiannya lebih maksimal jika membantu langsung Presiden di dalam negeri untuk mengentaskan kemiskinan.

Baca juga: Nyaris Jadi Dubes Aljazair, Sodik Mudjahid Bongkar Alasan Prabowo Cegat Dirinya ke Baznas

Pesan Prabowo: Bansos Pemerintah Jangan Tabrak Aturan Zakat

Sodik menceritakan momen menarik saat Presiden memberikan mandat kepadanya.

Prabowo secara eksplisit mengingatkan agar pengelolaan zakat tidak disamaratakan dengan bantuan sosial biasa.

"Sodik, kamu bantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, bantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan. Tapi aku tahu. Tahu bahwa zakat itu ada asnaf-asnafnya," ujar Sodik menirukan ucapan Prabowo.

Ketegasan Presiden ini muncul bahkan di tengah diskusi intensif mengenai program prioritas pemerintah lainnya seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Jadi ketika ramai-ramai soal bantuan MBG dan lain-lain, beliau ingat bahwa bantuan-bantuan itu punya pemerintah. Tapi beliau tahu bahwa itu (zakat) tidak boleh lepas dari asnaf-asnafnya," tambah Sodik.

Fase Belajar Bahasa Arab dan Istilah Teknis

Pemahaman Prabowo terhadap istilah teknis seperti Gharimin (orang terlilit utang) hingga Riqab (hamba sahaya) rupanya beriringan dengan semangatnya mendalami bahasa Al-Qur'an.

"Kan beliau sekarang sedang belajar Bahasa Arab, ya. Tahulah gharimin, fakir, miskin, kemudian yang riqab ya, belajar beliau," tutur Sodik.

Menutup keterangannya, Sodik menegaskan bahwa Presiden menaruh harapan besar pada Baznas untuk mendukung program nasional, namun dengan pagar syariat yang kokoh.

"Beliau tahu bahwa itu masih tetap dalam asnaf yang delapan itu. Yang delapan itu," pungkasnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas