Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

DPR: Percepatan Pengembangan Blok Masela Penting untuk Ketahanan Energi Nasional

Blok Masela dinilai dapat menjadi salah satu sumber pasokan gas utama bagi kebutuhan energi dan industri nasional di masa depan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in DPR: Percepatan Pengembangan Blok Masela Penting untuk Ketahanan Energi Nasional
Tribunnews/Endrapta
BLOK MASELA - Proyek LNG Abadi di Blok Masela resmi memasuki fase Front End Engineering and Design (FEED). Peresmiandilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), SKK Migas dan Inpex Corporation di Jakarta, Kamis (28/8/2025). 
Ringkasan Berita:
  • DPR menganggap percepatan pengembangan Proyek Gas Abadi di Blok Masela, Maluku, penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
  • Percepatan proyek Masela penting karena lapangan gas tersebut memiliki potensi produksi LNG sekitar 9 juta ton per tahun. 
  • Proyek itu bisa menjadi salah satu sumber pasokan gas utama bagi kebutuhan energi dan industri nasional di masa depan.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi XII DPR RI menilai percepatan pengembangan Proyek Gas Abadi di Blok Masela, Maluku, menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional. 

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi XII DPR RI Yulisman untuk menanggapi upaya pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang mendorong percepatan proyek tersebut bersama operator INPEX Corporation.

Perkembangan terbaru menunjukkan adanya kesepakatan percepatan proyek antara pemerintah Indonesia dan INPEX dengan nilai investasi sekitar US$20 miliar atau setara lebih dari Rp339 triliun. 

Pertemuan antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan CEO INPEX di Tokyo menjadi momentum penting untuk memastikan proyek tersebut segera bergerak menuju tahap keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID).

“Kami menyambut baik langkah pemerintah yang terus mendorong percepatan pengembangan Blok Masela. Kesepakatan investasi bersama INPEX senilai sekitar US$20 miliar merupakan sinyal positif bahwa proyek strategis nasional ini semakin mendekati tahap realisasi,” kata Yulisman kepada wartawan, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, percepatan proyek Masela penting karena lapangan gas tersebut memiliki potensi produksi LNG sekitar 9 juta ton per tahun. 

Potensi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu sumber pasokan gas utama bagi kebutuhan energi dan industri nasional di masa depan.

Rekomendasi Untuk Anda

Yulisman menilai langkah pemerintah yang mendorong percepatan tahapan teknis proyek, termasuk penyelesaian Front End Engineering Design (FEED) serta rencana tender Engineering Procurement Construction (EPC) pada tahun 2026, merupakan bagian penting untuk memastikan proyek yang telah direncanakan sejak lama tersebut dapat segera memasuki tahap investasi dan konstruksi.

“Percepatan tahapan teknis seperti FEED dan tender EPC menjadi kunci agar proyek ini tidak lagi mengalami penundaan. Dengan progres yang terus berjalan, kita berharap keputusan investasi akhir dapat segera tercapai sehingga proyek Masela dapat memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Selain percepatan tahapan proyek, Komisi XII DPR RI juga menilai penting adanya kepastian pasar bagi gas yang akan diproduksi dari Blok Masela. 

Baca juga: Blok Masela Belum Kunjung Produksi, Menkeu Purbaya: Tahun 2029 Harus Onstream 

Upaya pemerintah untuk memastikan adanya pembeli gas domestik dinilai sebagai langkah strategis, agar investasi besar pada proyek tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.

Yulisman berharap percepatan proyek Blok Masela dapat menjadi momentum untuk memperkuat pengelolaan sumber daya gas nasional, sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi dalam negeri guna mendukung pertumbuhan industri dan ketahanan energi Indonesia.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas