Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Usai Sholat Idul Fitri, Ini Amalan Sunnah yang Bisa Dilakukan

Setelah sholat Idul Fitri, umat Islam dianjurkan lakukan silaturahmi, sedekah, dan saling memaafkan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Usai Sholat Idul Fitri, Ini Amalan Sunnah yang Bisa Dilakukan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Umat muslim melaksanakan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H di Masjid Raya Al Arif Jalan Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Kamis (13/5/2021). Setelah sholat Idul Fitri, umat Islam dianjurkan lakukan silaturahmi, sedekah, dan saling memaafkan. 

Ketika Idul Fitri tiba, Rasulullah mengunjungi rumah para sahabatnya dan saling mendoakan kebaikan. 

Tradisi ini masih terus dilakukan hingga saat ini dalam bentuk silaturahmi atau halal bihalal.

Baca juga: 89 Lokasi Sholat Idul Fitri 1447 H Muhammadiyah di Solo Jumat 20 Maret 2026

5. Tahniah (Memberi Ucapan Selamat)

Memberikan ucapan selamat menjadi bagian dari tradisi Idul Fitri yang dianjurkan.

Beberapa contoh ucapan yang umum digunakan antara lain “taqabbala allâhu minnâ wa minkum”, “kullu ‘âmin wa antum bi khair”, “minal aidin wa al-faizin”, dan “mohon maaf lahir batin”.

Berikut salah satu penjelasan ulama terkait tahniah:

“Sebuah penutup. Al-Qamuli berkata, aku tidak melihat dari para Ashab (ulama Syafi’iyah) berkomentar tentang ucapan selamat hari raya, beberapa tahun dan bulan tertentu seperti yang dilakukan banyak orang. Tetapi al-Hafizh al-Mundziri mengutip dari al-Hafizh al Maqdisi bahwa beliau menjawab masalah tersebut bahwa orang-orang senantiasa berbeda pendapat di dalamnya. Pendapatku, hal tersebut hukumnya mubah, tidak sunnah, tidak bid’ah.”

“Al-Syihab Ibnu Hajar setelah menelaah hal tersebut menjawab bahwa tahniah disyariatkan. Beliau berargumen bahwa al-Baihaqi membuat bab tersendiri tentang tahniah, beliau berkata; bab riwayat tentang ucapan manusia satu kepada lainnya saat hari raya; semoga Allah menerima kami dan kalian;. Ibnu Hajar menyebutkan statemen al-Baihaqi tentang hadits-hadits dan ucapan para sahabat yang lemah (riwayatnya), akan tetapi rangkain dalil-dalil tersebut bisa dibuat argumen dalam urusan sejenis tahniah ini”.

Rekomendasi Untuk Anda

(Tribunnews.com/Widya)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas