Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dubes Iran Cerita Warganya Tak Bisa Rayakan Idul Fitri Imbas Peperangan yang Belum Reda

Dari sekian banyak korban jiwa kalangan sipil yang meninggal, 250 anak-anak ikut tewas akibat serangan itu, termasuk bayi berusia 3 hari. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Dubes Iran Cerita Warganya Tak Bisa Rayakan Idul Fitri Imbas Peperangan yang Belum Reda
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
KONFLIK IRAN - Duta Besar Iran untuk RI, Mohammad Boroujerdi saat bertemu dengan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla di Markas Pusat PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Mohammad Boroujerdi mengungkap warganya di Tehran tidak bisa secara lepas merayakan momen Hari Raya Idul Fitri akibat perang yang masih berkecamuk
  • Dari sekian banyak korban jiwa kalangan sipil yang meninggal, 250 anak-anak ikut tewas akibat serangan itu, termasuk bayi berusia 3 hari. 
  • Boroujerdi mengatakan serangan yang menargetkan orang-orang tak berdosa itu menjadi cermin bahwa serangan terhadap Iran amat keji dan tidak manusiawi.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duta Besar Iran untuk RI, Mohammad Boroujerdi mengungkap warganya di Tehran tidak bisa secara lepas merayakan momen Hari Raya Idul Fitri akibat perang yang masih berkecamuk dan ketegangan belum mereda.

Hal ini disampaikan Boroujerdi usai bertemu dengan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla di Markas Pusat PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2026).

Baca juga: Ukraina Tuduh Drone Shahed Iran Jadi Digdaya karena Pakai Komponen Rusia

"Kami laporkan situasi terakhir dan kami menjelaskan bahwa walaupun ini merupakan situasi hari-hari bulan suci Ramadan dan sebentar lagi adalah Idul Fitri, tetapi masyarakat Iran tidak bisa merayakan momen penting dan momen Islami ini," kata Boroujerdi.

Dari sekian banyak korban jiwa kalangan sipil yang meninggal, 250 anak-anak ikut tewas akibat serangan itu, termasuk bayi berusia 3 hari. 

Boroujerdi mengatakan serangan yang menargetkan orang-orang tak berdosa itu menjadi cermin bahwa serangan terhadap Iran amat keji dan tidak manusiawi.

"Begitu banyak keluarga dan anak-anak yang tidak berdosa, masyarakat sipil menjadi syahid dan musuh kami telah membuktikan dalam serangannya yang kejinya terhadap negara kami," katanya.

Baca juga: Warga AS Menjerit, Harga Solar Melejit Tembus Rp85 Ribu Gegara Perang Iran

Rekomendasi Untuk Anda

Boroujerdi juga melaporkan kepada JK situasi teranyar di Iran. Ia menyebut puluhan ribu rumah warga, infrastruktur sipil rusak parah akibat roket - roket Israel dan AS.

Selain itu rumah sakit, sekolah, hingga warisan budaya juga ikut rusak terkena hantaman rudal - rudal Israel dan AS.

"Rumah sakit, sekolah, warisan budaya, berbagai infrastruktur lain dijadikan target dalam langkahnya yang tidak manusiawi," katanya.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas