Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hal-Hal yang Bikin Donald Trump Berubah Pikiran: Putuskan Serang Iran Seusai Rapat Intelijen

Trump pada awalnya enggan mengambil langkah militer dan menganggap insiden tersebut bukan ancaman besar. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hal-Hal yang Bikin Donald Trump Berubah Pikiran: Putuskan Serang Iran Seusai Rapat Intelijen
CENTCOM
HELIKOPTER AS - Foto yang dirilis CENTCOM pada 12 Februari 2026, menampilkan Pilot Angkatan Darat AS bersiap untuk terbang dengan helikopter serang AH-64 Apache di Timur Tengah. 

Hal-Hal yang Membuat Donald Trump Berubah Pikiran: Putuskan Serang Iran Seusai Rapat Intelijen

Ringkasan Berita:
  • Wall Street Journal melaporkan Donald Trump mengubah keputusannya dan menyetujui serangan terhadap Iran setelah menerima pengarahan intelijen baru terkait jatuhnya helikopter Apache AS.
  • Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke sistem pertahanan Iran di sekitar Selat Hormuz, sementara Iran mengklaim membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan AS di kawasan.
  • Eskalasi terbaru meningkatkan risiko meluasnya konflik di Timur Tengah dan mengancam keamanan jalur energi global.

 

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dilaporkan memerintahkan serangan udara terhadap sasaran di Iran menyusul insiden jatuhnya helikopter Apache milik militer Amerika.

Laporan Wall Street Journal menyebutkan kalau Trump pada awalnya enggan mengambil langkah militer dan menganggap insiden tersebut bukan ancaman besar. 

Baca juga: Operasi Nasr IRGC Kirim Sinyal Baru: Iran Kini Siap Hadapi Israel Secara Langsung

Namun, keputusan itu berubah setelah ia menerima pengarahan intelijen terbaru dari pejabat pertahanan senior di Gedung Putih.

Perkembangan ini terjadi di tengah proses diplomasi yang sebelumnya disebut-sebut telah memasuki tahap akhir untuk mencapai kesepakatan baru terkait konflik di Timur Tengah.

Trump Ubah Sikap Setelah Briefing Intelijen

Menurut sejumlah pejabat Amerika Serikat yang dikutip Wall Street Journal, Trump semula menilai jatuhnya helikopter Apache tidak memerlukan respons militer langsung, terutama karena para pilot dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Keane kemudian memberikan informasi intelijen baru yang menyebut adanya keterlibatan pesawat nirawak Shahed milik Iran dalam serangan tersebut.

Berdasarkan rekomendasi itu, Trump akhirnya menyetujui operasi militer sebagai bentuk respons terhadap apa yang disebut Washington sebagai tindakan agresi yang tidak dapat dibenarkan.

Serangan AS di Sekitar Selat Hormuz

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukannya melancarkan operasi pertahanan diri atas arahan langsung Presiden Trump.

Serangan dilakukan dalam tiga gelombang dan disebut menargetkan sistem pertahanan udara serta fasilitas radar Iran di sekitar Selat Hormuz.

CENTCOM menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan tindakan yang proporsional untuk melindungi personel dan kepentingan Amerika Serikat di kawasan.

Media Amerika, termasuk Axios, juga mengutip seorang pejabat yang menyatakan bahwa serangan gelombang ketiga terhadap sasaran di Iran sedang berlangsung.

Di sisi lain, media Iran melaporkan adanya ledakan di sejumlah wilayah selatan negara itu, termasuk Qeshm, Bandar Abbas, Sirik, dan Jask, yang berada di sekitar jalur strategis Teluk Persia.

Pejabat setempat di Kota Sirik bahkan menyebut infrastruktur penyediaan air turut menjadi sasaran serangan rudal.

Selat Hormuz dan Kepentingan Global

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas