Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sel Punca Kornea Andrie Yunus Rusak 40 Persen, RSCM Pasang Membran Amnion hingga Cangkok Kulit

Update KontraS: Sel punca kornea Andrie Yunus rusak 40% & jalani cangkok kulit. Puspom TNI amankan 4 prajurit BAIS terkait air keras.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sel Punca Kornea Andrie Yunus Rusak 40 Persen, RSCM Pasang Membran Amnion hingga Cangkok Kulit
Tribunnews.com/Tangkap layar media sosial
KONDISI ANDRIE YUNUS — Kolase foto dua terduga pelaku penyerangan air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam (kiri), dan kondisi Andrie Yunus saat menjalani perawatan intensif di RSCM Jakarta (kanan). Terkini, pihak rumah sakit melakukan pemasangan membran amnion hingga cangkok kulit guna menangani kerusakan sel punca kornea sebesar 40 persen. 

Ringkasan Berita:
  • Tindakan Medis: RSCM melakukan pemasangan membran amnion untuk mata dan cangkok kulit guna menangani luka bakar 24 persen.
  • Kondisi Kornea: Sel punca kornea mata kanan Andrie Yunus mengalami kerusakan 40 persen namun kini dalam kondisi stabil.
  • Progres Hukum: Puspom TNI mengamankan empat personel BAIS, sementara Polda Metro Jaya melacak pelarian pelaku melalui 86 titik CCTV.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkapkan kondisi kritis sel punca kornea mata kanan Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang mengalami tingkat kerusakan hingga 40 persen.

Sebagai langkah penyelamatan, tim medis telah melakukan tindakan pemasangan membran amnion serta prosedur cangkok kulit untuk menangani luka bakar akibat serangan air keras tersebut.

Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menyatakan bahwa Andrie telah rampung menjalani operasi pembersihan jaringan (debridement) pada 16 Maret 2026.

Prosedur ini dilakukan serentak dengan upaya pemulihan kulit dan penguatan lapisan pelindung mata.

"Pada sebagian area luka juga telah dilakukan tindakan cangkok kulit sebagai bagian dari upaya mempercepat proses penyembuhan," ujar Yoga dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3/2026).

Penanganan Mata: Membran Amnion dan Anti-Inflamasi

Terkait kerusakan kornea yang mencapai 40 persen, Yoga menjelaskan bahwa tim medis memberikan perhatian khusus melalui pemasangan membran amnion.

Rekomendasi Untuk Anda

Tindakan ini krusial untuk melindungi permukaan mata yang terpapar zat kimia dan mendukung proses regenerasi sel.

"Sebagai bagian dari penanganan, tim medis telah melakukan pemasangan membran amnion serta pemberian terapi anti-inflamasi untuk melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan," jelas Yoga.

Saat ini, kondisi mata kanan Andrie dilaporkan stabil dengan peradangan yang mulai menunjukkan perbaikan.

Baca juga: Inisial Pelaku Beda Jadi Tanda Tanya, 4 Prajurit BAIS Kini Masuk Sel Super Maximum Security Guntur!

Empat Prajurit BAIS TNI Diamankan

Di sisi lain, penyelidikan kasus ini memasuki babak baru dengan diamankannya empat prajurit TNI yang diduga terlibat.

Keempat personel tersebut berasal dari Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dan telah diserahkan ke Puspom TNI pada Rabu (18/3/2026) pagi.

Danpuspom TNI, Mayjen Yusri Nuryanto, mengungkapkan inisial keempat prajurit dari matra AL dan AU tersebut adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, memastikan proses hukum akan dilakukan secara transparan dan profesional sesuai aturan lingkungan TNI.

Jejak Digital 86 Titik CCTV

Terkait pengejaran pelaku, Polda Metro Jaya telah memetakan rute pelarian melalui analisis 86 titik CCTV.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menyebut pelaku berjumlah empat orang yang menggunakan dua sepeda motor.

"Para pelaku terpantau membuntuti korban sejak meninggalkan kantor YLBHI hingga melakukan eksekusi di Jalan Salemba I. Setelah kejadian, mereka melarikan diri secara berpencar menuju wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, hingga terdeteksi di wilayah Bogor," pungkas Iman.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas