Pengamat Sebut Pertemuan Prabowo dan Megawati Bukan Sekadar Silaturahmi: Ada Konteks Lebih Besar
Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri dinilai bukan sekadar silaturahmi.
Penulis:
Mario Christian Sumampow
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri dinilai bukan sekadar silaturahmi.
Melainkan bagian dari komunikasi politik di tengah situasi global yang tidak menentu.
Pengamat politik, Arifki Chaniago menyebut pertemuan tersebut mencerminkan pentingnya menjaga komunikasi antar elite.
“Ini bukan sekadar silaturahmi. Ada konteks yang lebih besar, terutama karena situasi global lagi tidak stabil,” kata Arifki dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, dari sisi Prabowo, langkah ini menunjukkan upaya membangun komunikasi luas dengan berbagai tokoh demi menjaga stabilitas politik nasional.
Baca juga: Prabowo Kritik Belanja Daerah Tak Produktif, Singgung Mobil Dinas Kepala Daerah Rp 8 Miliar
“Prabowo membangun komunikasi yang luas. Itu memberi pesan bahwa stabilitas jadi prioritas,” ujar Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia itu.
Namun, Arifki menilai pertemuan dengan Megawati memiliki karakter berbeda karena dilakukan secara khusus, tidak dalam forum bersama seperti sebelumnya
Ia menambahkan, posisi Megawati dalam dinamika politik nasional tetap memiliki peran penting, termasuk dalam menjaga keseimbangan kekuatan politik.
“Di satu sisi ada konsolidasi, di sisi lain ada upaya menjaga posisi tawar. Itu hal yang wajar dalam politik,” katanya.
Baca juga: Megawati dan Prabowo Bertemu 2 Jam, Hasto Kristiyanto: Pertemuan Kawan Lama
Arifki menegaskan, pertemuan tersebut tidak serta-merta menunjukkan perubahan peta politik.
Melainkan bagian dari komunikasi antar elite dalam merespons situasi yang berkembang.
“Ini lebih ke menjaga komunikasi dan membaca arah, bukan keputusan politik yang langsung terlihat,” ucap.
Pertemuan Teman Lama
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa pertemuan merupakan silaturahmi antara dua teman lama.
"Ibu Megawati menyampaikan kepada saya bahwa itu adalah pertemuan teman lama dan berlangsung secara akrab selama lebih dari 2 jam," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo dan Megawati mambahas banyak hal yang tergolong strategis untuk bangsa dan negara.
Baca tanpa iklan