Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Catat! Single Ticketing Merak Berakhir Jumat Malam, Berlaku di Bakauheni saat Arus Balik

Single ticketing di Pelabuhan Merak dihentikan pada 20 Maret, dan akan menerapkannya lagi saat arus balik dari Pelabuhan Bakauheni.

Tribun X Baca tanpa iklan
Ringkasan Berita:
  • PT ASDP Indonesia Ferry menyatakan kebijakan single ticketing di Pelabuhan Merak hanya berlaku hingga 20 Maret 2026 pukul 23.59 WIB seiring berakhirnya puncak arus mudik.
  • Sistem single ticketing akan kembali diterapkan saat arus balik di Pelabuhan Bakauheni menuju Merak.
  • Strategi Tiba Bongkar Berangkat (TBB) dinilai berhasil mengurai kepadatan dengan menyeberangkan lebih dari 25.000 kendaraan dalam satu malam saat puncak mudik.

 

TRIBUNNEWS.COM, BANTENPT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menginformasikan kebijakan single ticketing di Pelabuhan Merak, Banten, akan segera berakhir seiring dengan selesainya masa puncak arus mudik Lebaran 2026.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyatakan sistem tiket satu pintu tersebut hanya akan berlaku hingga Jumat (20/3/2026) besok.

"Untuk single ticketing, ini berlaku sampai dengan tanggal 20 Maret. Sampai jam 23.59 besok malam berarti, masih berlaku," ujar Heru Widodo di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Kamis (19/3/2026) malam.

Meski masa berlaku di Merak segera habis, sistem yang sama dipastikan akan kembali diterapkan untuk melayani gelombang masyarakat yang kembali ke Pulau Jawa.

Baca juga: ASDP Sebut Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Merak Berakhir, 205.965 Kendaraan Menyeberang ke Sumatera

Heru menegaskan, kebijakan single ticketing akan diberlakukan di Pelabuhan Bakauheni guna menjamin kelancaran arus balik mendatang.

"Untuk arus balik, kami akan juga akan berlakukan single ticketing dari Bakauheni menuju Merak," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain sistem tiket, Heru Widodo juga membeberkan keberhasilan strategi Tiba Bongkar Berangkat (TBB) dalam menangani lonjakan kendaraan pada malam puncak sebelumnya.

Berkat skema ini, ASDP mampu menyeberangkan lebih dari 25.000 kendaraan hanya dalam kurun waktu satu malam tanpa terjadi penumpukan yang berarti di area pelabuhan.

"Semalam bahkan pada saat puncak-puncaknya, kita berlakukan TBB di empat dermaga dengan 20 kapal. Hasilnya, meskipun volumenya sangat tinggi, kepadatan tidak begitu terasa karena kapal langsung kembali setelah bongkar muatan di Bakauheni," jelas Heru.

Strategi TBB ini juga direncanakan akan kembali digunakan di Pelabuhan Bakauheni jika terjadi kepadatan luar biasa saat arus balik nanti.

Baca juga: Viral Pemudik Motor Ribut di Kapal karena Telat Sandar di Bakauheni, Ini Penjelasan Dirut ASDP

Hingga Kamis malam, ASDP secara resmi menyatakan puncak arus mudik di lintasan penyeberangan Selat Sunda telah terlewati.

Data akumulatif mencatat sebanyak 774.165 penumpang dan 205.965 kendaraan telah diseberangkan ke Sumatera sejak H-10 hingga H-2.

"Kami katakan puncak arus mudik sudah selesai. Namun, personel tetap siaga penuh hingga malam Idul Fitri untuk melayani sisa pemudik yang mungkin baru berangkat malam ini atau besok," pungkas Heru. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas