Puasa Syawal Berapa Hari? Berikut Bacaan Niatnya
Puasa Syawal dilakukan selama enam hari di bulan Syawal dan memiliki pahala seperti puasa setahun penuh.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Sri Juliati
Ringkasan Berita:
- Puasa Syawal dilakukan selama enam hari di bulan Syawal dan memiliki pahala seperti puasa setahun penuh.
- Pelaksanaannya tidak harus berturut-turut, bisa disesuaikan dengan waktu selama masih di bulan Syawal.
- Hukumnya sunnah muakkadah dengan tata cara sama seperti puasa sunnah pada umumnya, termasuk niat yang fleksibel.
TRIBUNNEWS.COM - Puasa Syawal menjadi salah satu amalan sunnah yang banyak dikerjakan umat Islam setelah Hari Raya Idul Fitri.
Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, puasa Syawal sebenarnya berapa hari dan bagaimana cara menunaikannya dengan benar?
Pertanyaan ini penting dipahami agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan anjuran dan mendapatkan keutamaan yang dijanjikan.
Dikutip dari Baznas, Rasulullah SAW telah menjelaskan dalam hadisnya bahwa orang yang berpuasa Ramadan kemudian disambung dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka akan memperoleh pahala senilai puasa sepanjang tahun.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun." (HR Muslim)
Idealnya puasa Syawal dilaksanakan enam hari berturut-turut persis setelah hari raya Idul Fitri, yakni tanggal 2 hingga 7 Syawal.
Namun, Syekh Ibnu Hajar al-Haitami dalam Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj berpendapat bahwa puasa Syawal dapat dilakukan secara terpisah, tidak harus berturut-turut, dengan memilih enam hari yang sesuai kenyamanan dan kesempatan dalam bulan Syawal.
Oleh karena itu, seseorang diperkenankan melaksanakan puasa Syawal, misalnya tiap hari Senin dan Kamis, melewati tanggal 13, 14, 15, dan seterusnya selama masih berada di bulan Syawal.
Seandainya seseorang berniat puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh (13,14, 15 setiap bulan hijriah), ia tetap mendapatkan keutamaan puasa Syawal, sebab tujuan dari perintah puasa rawatib itu adalah pelaksanaan puasanya itu sendiri terlepas apa pun niat puasanya.
Adapun tata cara puasa sunnah Syawal sama seperti puasa pada umumnya, yaitu dengan menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari.
Baca juga: Doa Puasa Syawal, Amalan Sunnah Muakkad yang Dicontohkan Rasulullah
Niat Puasa Syawal
Berikut adalah lafal niat puasa Syawal yang dibaca pada malam hari:
Nawaitu shauma ghadin an ada i sunnatis Syawwali lillahi ta ala.
Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah ta ala.”
Karena ini puasa sunnah, maka jika lupa niat pada malam hari boleh niat pada siang harinya.