Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Apakah Pelaksanaan Puasa Syawal Harus Berturut-turut? Simak Penjelasannya

Puasa Syawal dilakukan selama enam hari di bulan Syawal dan memiliki keutamaan pahala seperti puasa setahun.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Nuryanti
zoom-in Apakah Pelaksanaan Puasa Syawal Harus Berturut-turut? Simak Penjelasannya
Tribunnews.com
DOA PUASA SYAWAL - Gambar didesain Tribunnews di BeFunky dan Paint, Minggu (22/3/2026). Puasa Syawal dilakukan selama enam hari di bulan Syawal dan memiliki keutamaan pahala seperti puasa setahun. Pelaksanaannya tidak harus berturut-turut, bisa dilakukan secara berurutan atau terpisah sesuai kemampuan. 

Ringkasan Berita:
  • Puasa Syawal dilakukan selama enam hari di bulan Syawal dan memiliki keutamaan pahala seperti puasa setahun.
  • Pelaksanaannya tidak harus berturut-turut, bisa dilakukan secara berurutan atau terpisah sesuai kemampuan.
  • Yang utama adalah niat ikhlas dan melaksanakan puasa dengan penuh kesadaran, sehingga pahala tetap diperoleh.

 

TRIBUNNEWS.COM - Puasa Syawal menjadi salah satu ibadah sunnah yang banyak dianjurkan setelah menunaikan puasa Ramadan.

Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah apakah puasa Syawal harus dilakukan berturut-turut atau boleh dipisah-pisah sesuai kemampuan.

Pemahaman yang tepat tentang hal ini penting agar amalan puasa Syawal tetap sesuai anjuran dan mendapatkan keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

Berdasarkan hadis, Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa sepanjang tahun" (HR. Muslim).

Rekomendasi Untuk Anda

Hadis ini menunjukkan keutamaan luar biasa dari puasa Syawal.

Namun, mengenai urutan pelaksanaan, mayoritas ulama menegaskan bahwa puasa Syawal tidak harus berturut-turut.

Dalam kitab Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq, disebutkan bahwa fleksibilitas ini memudahkan umat Islam untuk menyesuaikan jadwal puasa dengan kondisi masing-masing.

Beberapa sahabat Rasulullah memang memilih melaksanakan puasa segera setelah Idul Fitri, misalnya dari tanggal 2 hingga 7 Syawal.

Hal ini kemudian muncul sebagai pandangan bahwa puasa berturut-turut lebih afdhal (utama).

Baca juga: Doa Niat Sholat Dzuhur Sendiri dan Berjamaah, Mudah Dihafal

Meski demikian, ulama sepakat bahwa ini bukan kewajiban, melainkan pilihan berdasarkan kemampuan individu.

Dalam praktiknya, Rasulullah SAW hanya menekankan pelaksanaan enam hari puasa di bulan Syawal tanpa menyebutkan urutan waktu secara spesifik.

Mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Hanafi, dan Maliki menegaskan hal serupa: puasa Syawal sah dilakukan secara berturut-turut maupun terpisah, selama masih dalam bulan Syawal.

Beberapa ulama menganjurkan memulai puasa sejak awal Syawal agar tidak terlewat atau lupa, tetapi ini tetap bersifat anjuran, bukan kewajiban.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas