Sosok 5 Pejabat Datangi Rumah Jokowi di Solo: Eks Menteri, Eks Kapolda, hingga Komisaris Pertamina
Sejumlah pejabat seperti eks menteri, eks kapolda, hingga komisaris Pertamina mendatangi rumah Jokowi di Solo saat Lebaran. Ini sosok mereka.
Penulis:
Sri Juliati
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Namun, ia akhirnya batal mundur setelah diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk tetap bertugas.
Hingga akhirnya, pada 17 September 2025, Hasan Nasbi masuk dalam gerbong reshuffle.
Semasa menjadi Kepala PCO, Hasan Nasbi sempat menjadi sorotan publik setelah memberikan pernyataan terkait kasus pengiriman kepala babi kepada jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana pada Maret 2025.
Pernyataannya yang menyarankan agar kepala babi tersebut "dimasak saja" menuai kritik karena dinilai tidak sensitif dan kurang empati terhadap ancaman terhadap jurnalis.
Sebelum masuk ke pemerintahan, pria asal Bukittinggi, Sumatera Barat ini mendirikan lembaga survei Cyrus Network.
Di Pilpres 2014 dan 2019, Hasan Nasbi juga menyatakan dukungannya terhadap Jokowi 2014 dan 2019.
Hingga akhirnya pada Pilpres 2024, Hasan Nasbi menyatakan dukungannya kepada Prabowo-Gibran Rakabuming Raka.
2. Budi Arie
Selain Hasan Nasbi, tokoh lain yang mendatangi rumah Jokowi adalah mantan Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi.
Dalam pertemuan itu, Budi Arie yang menjadi Ketua Relawan Pro Jokowi (Projo) juga melaporkan agenda kegiatan organisasi relawan Projo kepada Jokowi.
Datang bersama petinggi relawan, Budi Arie menjelaskan, laporan yang disampaikan kepada Jokowi berkaitan dengan rencana konsolidasi organisasi relawan di seluruh Indonesia.
"Kita konsolidasi, tadi sudah laporan ke Bapak. Dalam waktu dekat kita akan bikin Konferda, Konfercap di seluruh Indonesia. Kita lakukan konsolidasi di seluruh Indonesia," kata Budi Arie, masih dari TribunSolo.com.
Diketahui, Projo merupakan salah satu organisasi relawan terbesar pendukung Jokowi yang didirikan pada Agustus 2013.
Organisasi relawan ini dibentuk untuk mendukung pencalonan Jokowi dalam Pilpres 2014 dan berlanjut mengawal pemerintahannya hingga tahun 2024.
Sementara Budi Arie dikenal sebagai aktivis, praktisi media, sekaligus politikus.
Ia pernah ikut mengelola sejumlah media hingga mendirikan surat kabar serta pernah menjadi direktur di sejumlah perusahaan.