Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kenang Juwono Sudarsono, SBY Bicara Pentingnya Ahli Pertahanan dari Sipil dan Militer

SBY mengenal Juwono secara pribadi saat masih berpangkat Letnan Kolonel dari satuan tempur yang pernah menjadi dosen Seskoad.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Gita Irawan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Kenang Juwono Sudarsono, SBY Bicara Pentingnya Ahli Pertahanan dari Sipil dan Militer
Tribunnews.com/Gita Irawan
JUWONO SUDARSONO MENINGGAL - Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) usai memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah almarhum Juwono di Ruang Hening Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan) Jakarta Pusat, Minggu (29/3/2026). SBY berbicara tentang pentingnya ahli pertahanan baik dari sipil maupun militer sambil mengenang jasa mantan Menteri Pertahanan almarhum Juwono Sudarsono. 

Ringkasan Berita:
  • Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbicara tentang pentingnya ahli pertahanan baik dari sipil maupun militer.
  • Dia mengatakan hal itu sambil mengenang jasa mantan Menteri Pertahanan almarhum Juwono Sudarsono.
  • Bagi SBY, Juwono adalah pemikir dan dosen yang ide-ide serta pemikirannya cemerlang untuk hubungan internasional dan pertahanan Indonesia.
 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbicara tentang pentingnya ahli pertahanan baik dari sipil maupun militer sambil mengenang jasa mantan Menteri Pertahanan almarhum Juwono Sudarsono.

Usai memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah Juwono di Ruang Hening Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan) Jakarta Pusat pada Minggu (29/3/2026), SBY mengenang awal perkenalannya dengan almarhum Juwono.

Baca juga: Hendropriyono Kenang Mantan Menhan Juwono Sudarsono: Sipil yang Berjiwa Militan

Ia mengatakan mengenal Juwono secara pribadi saat masih berpangkat Letnan Kolonel dari satuan tempur yang pernah menjadi dosen Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (Seskoad).

Bagi SBY, Juwono adalah pemikir dan dosen yang ide-ide serta pemikirannya cemerlang untuk hubungan internasional dan pertahanan Indonesia.

Setelah bersahabat cukup dekat, SBY mengaku sering berdiskusi dengan Juwono tentang bagaimana menyatukan pandangan militer dan pandangan sipil.

 

JUWONO SUDARSONO MENINGGAL - Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) usai memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah almarhum Juwono di Ruang Hening Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan) Jakarta Pusat, Minggu (29/3/2026). SBY berbicara tentang pentingnya ahli pertahanan baik dari sipil maupun militer sambil mengenang jasa mantan Menteri Pertahanan almarhum Juwono Sudarsono.
JUWONO SUDARSONO MENINGGAL - Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) usai memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah almarhum Juwono di Ruang Hening Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan) Jakarta Pusat, Minggu (29/3/2026). SBY berbicara tentang pentingnya ahli pertahanan baik dari sipil maupun militer sambil mengenang jasa mantan Menteri Pertahanan almarhum Juwono Sudarsono. (Tribunnews.com/Gita Irawan)
Rekomendasi Untuk Anda

 

Juwono, menurut SBY, juga memiliki pandangan yang sama dengannya agar TNI kembali ke jati dirinya, tidak berpolitik praktis, dan menjadi kekuatan pertahanan yang diandalkan pada waktu mengemban tugas di era reformasi 1998.

"Dengan kesamaan pandangan itulah singkat kata ketika saya mengemban amanah memimpin Indonesia, beliau saya ajak dan beliau berkenan untuk menjadi Menteri Pertahanan," ujar SBY.

"Nah ketika menjadi menteri pertahanan, kita terus lakukan sesuatu untuk modernisasi kekuatan pertahanan kita, pengembangan alutsista kita agar di tingkat ASEAN kekuatan militer kita terus meningkat kemampuannya," ucapnya.

SBY melanjutkan, saat itu salah satu yang dipikirkannya bersama Juwono dan kemudian dengan mantan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro adalah bagaimana Indonesia memiliki Universitas Pertahanan.

Ia meyakini jangan sampai bangsa Indonesia belajar bidang pertahanan justru ke negara lain, padahal menurutnya bangsa Indonesia kaya dengan pengalaman perang baik perang konvensional, perang gerilya, maupun perang lawan gerilya.

Akhirnya, SBY, Juwono dan Purnomo menggagas berdirinya Universitas Pertahanan di Sentul, Bogor, Jawa Barat. 

Lebih dari itu, di Sentul juga dibangun kawasan misi pemeliharaan perdamaian untuk penyiapan kekuatan Indonesia menghadapi krisis di dalam maupun luar negeri.

"Itu juga tidak mungkin saya melupakan peran Pak Juwono Sudarsono, Pak Purnomo Yusgiantoro, dan juga peran Pak Sjafrie Sjamsoeddin sebagai wakil Menteri Pertahanan dulu," ucapnya.

Ahli Pertahanan dari Sipil dan Militer 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas