Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sufmi Dasco Minta Masyarakat Tak Panik dan Timbun BBM: Stok Kita Cukup

DPR RI mengimbau masyarakat tidak panik sehubungan dengan stok bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Sri Juliati
zoom-in Sufmi Dasco Minta Masyarakat Tak Panik dan Timbun BBM: Stok Kita Cukup
Tribunnews.com
KETAHANAN ENERGI- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam konferensi pers tentang ketahanan energi di Jakarta, Selasa, (31/3/2026). DPR RI mengimbau masyarakat tidak panik sehubungan dengan stok bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. 
Ringkasan Berita:
  • Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta masyarakat di tanah air tidak panik di tengah melambungnya harga minyak dunia.
  • Dasco menyebut stok BBM Indonesia masih mencukupi.
  • Pemerintah mengatakan harga BBM subsidi belum dinaikkan.

TRIBUNNEWS.COM – Pimpinan DPR RI mengimbau masyarakat tidak panik sehubungan dengan stok bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

“Masyarakat tidak perlu panik, masyarakat tidak perlu melakukan antrean, dan terlebih lagi melakukan penimbunan BBM,” ujar Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam konferensi pers tentang ketahanan energi di Jakarta, Selasa, (31/3/2026).

Dasco berujar pemerintah akan terus memantau dan menjaga kebutuhan masyarakat akan BBM. Menurut dia, belum akan ada penyesuaian harga BBM baik yang bersubsidi maupun yang nonsubsidi di tengah gejolak geopolitik di Asia Barat.

“Kalau tanya saya sampai berapa lama, saya belum tahu. Mungkin pemerintah yang tahu. Tapi yang pasti, pemerintah berkonsentrasi untuk menjaga itu,” ucap Dasco.

Ketika ditanya tentang ada atau tidaknya rencana pembatasa BBM, Dasco menjawab sepengetahuan dia tidak ada.

“Saya tadi tanya sepertinya enggak. Karena menurut pihak pemerintah, stok kita cukup," kata dia menegaskan.

Rumor Harga BBM akan Naik

Belakangan beredar informasi di media sosial mengenai perkiraan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 April 2026.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam dokumen yang beredar, tertulis harga Pertamax diproyeksikan naik signifikan dari Rp12.300 menjadi Rp17.850 per liter.

Kabar tersebut turut memicu kekhawatiran masyarakat di tengah tren kenaikan harga minyak dunia. Namun, pihak PT Pertamina (Persero) memastikan kabar kenaikan harga BBM ini tidak benar. 

Sejauh ini Pertamina belum mengumumkan secara resmi harga BBM per 1 April 2026.

Baca juga: Di Tengah Isu Naiknya Harga BBM, Stok BBM di Bandung hingga Sulawesi Dipastikan Aman

Dengan demikian, harga BBM saat ini masih mengacu pada penyesuaian harga yang diberlakukan di seluruh SPBU milik PT Pertamina (Persero) sejak 1 Maret 2026.

Dalam akun Instagram PT Pertamina (Persero), dijelaskan bahwa belum ada pengumuman resmi mengenai harga BBM terbaru.

Masyarakat pun diimbau mengecek harga resmi BBM melalui situs Pertamina

"Sikapi Informasi dengan Bijak

Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026.

Dapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com. 

Pertamina mendukung Pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak," tulis Pertamina melalui Instagram Story, seperti dilihat Tribunnews pada Selasa (31/3/2026).

Pastikan Tidak Naik

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menyatakan, pemerintah tidak menaikkan harga BBM, baik jenis subsidi maupun non-subsidi.

Pernyataan resmi ini disampaikan Prasetyo melalui pesan tertulis pada Rabu (31/3/2026). 

Keputusan ini diambil setelah Pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM, melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina.

Prasetyo menjelaskan bahwa langkah ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. 

Menurutnya, Presiden selalu menaruh perhatian besar pada daya beli masyarakat sebelum mengambil kebijakan strategis.

"Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dalam setiap pengambilan keputusan."

"Karena itulah, Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun non-subsidi," ungkap Prasetyo.

Bahlil: Pemerintah melindungi rakyat kecil

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi arah kebijakan harga BBM subsidi menyusul lonjakan harga minyak dunia.

Lonjakan harga minyak dunia disebut menembus 115 dolar AS per barel. 

Bahlil mengatakan Presiden Prabowo Subianto sangat mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat kelas bawah sebelum mengambil keputusan.

Baca juga: Isu Kenaikan Harga BBM, Antrean Mengular di SPBU Sejumlah Daerah Sejak Pagi Hari

Lantas, Bahlil meminta publik untuk memercayakan keputusan tersebut kepada Presiden Prabowo selaku kepala negara. 

Dia meyakini Eks Danjen Kopassus itu punya hari untuk memperhatikan nasib rakyat kecil.

"Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang, saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil."

"Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara," katanya saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam agenda kenegaraan di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026). 

Sampai saat ini pemerintah menegaskan harga BBM subsidi belum naik. Meski demikian, Bahlil memahami tekanan geopolitik global membuat harga minyak mentah melonjak tinggi. Pemerintah pun tetap mengupayakan stabilitas di dalam negeri.

Tentang rencana kenaikan harga, Bahlil menyebut, fokus utama pemerintah saat ini adalah melindungi golongan masyarakat yang berhak menerima subsidi.

(Tribunnews/Febri/Suci)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas