Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemenkes: Dokter Internship di Cianjur Meninggal karena Campak, Diduga Terpapar Saat Bertugas

AMW meninggal dunia pada 26 Maret 2026 pada pukul 11.30 WIB dengan diagnosa akhir campak dengan gangguan jantung dan otak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kemenkes: Dokter Internship di Cianjur Meninggal karena Campak, Diduga Terpapar Saat Bertugas
Freepik.com/Dragana Gordic
STETOSKOP DOKTER - Ilustrasi stetoskop yang diunduh dari Freepik.com, Kamis (17/4/2025). 

Ringkasan Berita:
  • AMW, dokter internship di Cianjur,  diduga terpapar saat menangani pasien campak pada 18 Maret 2026. Namun tetap bertugas meski telah bergejala demam sejak 18 Maret
  • Selain demam, AMW juga mengalami flu dan batuk. Meski telah diberikan izin sakit pada 19 hingga 21 Maret, AMW tetap memilih untuk bertugas dan sempat menangani empat pasien suspek campak

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang dokter internship AMW (25) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia akibat komplikasi campak pada jantung dan otak.

Kementerian Kesehatan menyebut korban diduga terpapar virus saat bertugas menangani pasien di rumah sakit.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kemenkes, dr. Andi Saguni, dalam jumpa pers daring di Jakarta, Senin (30/3).

“Yang bersangkutan diduga terpapar saat menangani pasien campak pada 8 Maret 2026,” ujar Andi.

Kemenkes mengungkapkan kronologi meninggalnya dokter muda tersebut.

Baca juga: Bukan karena Overwork, Ini Penjelasan Kemenkes Berkait Meninggalnya 3 Dokter Internship

Rekomendasi Untuk Anda

AMW diduga terpapar saat menangani pasien campak pada 18 Maret 2026, namun tetap bertugas meski telah bergejala demam sejak 18 Maret.

Gejala awalnya berupa demam, flu, dan batuk.

Meski telah diberikan izin sakit pada 19 hingga 21 Maret, AMW tetap memilih untuk bertugas dan sempat menangani empat pasien suspek campak.

Kondisinya memburuk dengan munculnya ruam pada 21 Maret, hingga akhirnya mengalami penurunan kesadaran dan tidak tertolong setelah dirawat di ICU RS Cimacan.

Pada periode 22 hingga 25 Maret 2026, kondisi kesehatannya belum membaik dan ia kembali mendapatkan izin untuk beristirahat serta menjalani perawatan mandiri di rumah.

Namun pada 25 Maret 2026, kondisi korban memburuk dengan penurunan kesadaran sehingga harus dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU RS Cimacan, Cianjur, Jawa Barat.

AMW meninggal dunia pada 26 Maret 2026 pada pukul 11.30 WIB dengan diagnosa akhir campak dengan gangguan jantung dan otak.

Kasus ini telah terkonfirmasi positif campak melalui pemeriksaan laboratorium Bio Farma pada 28 Maret 2026.

“Menanggapi kasus yang menimpa dokter internship, Kemenkes berkomitmen memberikan vaksinasi campak bagi seluruh peserta program internship. Kami juga mewajibkan wahana penempatan untuk memastikan ketersediaan APD serta mengatur beban kerja dan hak istirahat yang cukup bagi nakes yang menangani penyakit menular,” tegas dr. Andi.

Kemenkes mengingatkan, jika muncul gejala sekecil apa pun, segera melapor, beristirahat penuh, dan tidak memaksakan diri untuk bertugas.

Kemenkes mengimbau masyarakat dan tenaga kesehatan yang belum divaksinasi untuk segera melengkapi status imunisasi guna memutus rantai penularan.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas