Polemik WFH Hari Jumat bagi ASN demi Hemat BBM, Ekonom UI: Harus Ada Pengawasan, Jumat Kurang Tepat
Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Telisa Aulia Falianty menilai, pemilihan hari Jumat untuk WFH bagi ASN masih kurang tepat.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Pemerintah resmi menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) satu kali dalam sepekan bagi ASN di instansi pusat maupun daerah, pada hari Jumat.
- Penerapan WFH bagi ASN pada hari Jumat ini mendapat tanggapan dari ekonom UI, Telisa Aulia Falianty.
- Kata Telisa, pelaksanaan WFH bagi ASN diperlukan teknologi dan pengawasan, agar tujuan menghemat energi dan menjaga produktivitas tercapai.
- Telisa juga mengkritik pemilihan hari Jumat yang dinilainya kurang tepat untuk WFH.
TRIBUNNEWS.COM - Ekonom dari Universitas Indonesia (UI), Telisa Aulia Falianty, menanggapi pemberlakuan Work From Home (WFH) satu kali dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN) dalam rangka mengantisipasi dampak dari terganggunya rantai pasok energi akibat konflik di Timur Tengah (Asia Barat).
Pemerintah telah menetapkan kebijakan skema WFH setiap hari Jumat, bagi ASN di pusat maupun daerah.
Terkait penerapan skema WFH tiap hari Jumat bagi ASN, Telisa menekankan target atau tujuan dari pelaksanaannya, yakni menghemat bahan bakar minyak (BBM) dan menjaga produktivitas atau kinerja.
Kata Telisa yang juga anggota Dewan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI ini, agar kedua target tercapai, maka pelaksanaan WFH bagi ASN diperlukan teknologi yang tepat dan harus diawasi dengan ketat.
"Sebetulnya itu memang dengan teknologi dan pengawasan ya," kata Telisa, dikutip dari tayangan yang diunggah di kanal YouTube CNN Indonesia, Selasa (31/3/2026).
"Di dalam berita kan sudah disampaikan, ini akan bisa menekan BBM apabila kita bisa memantau dan mengawasi agar targetnya yang kita susun itu tercapai."
"Artinya gini, apa sih yang jadi target kita? Satu, ingin menghemat BBM, tapi yang kedua dengan concern bahwa kita tidak ingin mengurangi produktivitas dari tenaga kerja atau kegiatan aktivitas ekonomi kita."
"Nah, supaya dua-duanya itu bisa tercapai, tentu harus ada mitigasi-mitigasi atau upaya yang kita lakukan," imbuhnya.
Hari Jumat Kurang Tepat
Lalu, Telisa menilai, pemilihan hari Jumat untuk WFH bagi ASN masih kurang tepat.
Sebab, Jumat adalah waktunya long weekend atau akhir pekan panjang, yang mana dikhawatirkan justru menaikkan mobilitas para pegawai karena ingin liburan, sehingga justru konsumsi BBM semakin meningkat.
Baca juga: 8 Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi, Termasuk WFH Sektor Pemerintah & Swasta
Menurutnya, hari yang tepat seharusnya adalah Rabu.
Wanita yang menjadi salah satu fellow di Center for Economic & Financial Development (CEFD) ini menilai, kemungkinan pegawai berwisata pada hari Rabu lebih kecil, sehingga potensi bepergian dan konsumsi BBM-nya juga berkurang.
"Upaya yang pertama, mencari hari yang tepat. Hari yang tepatnya Rabu," jelas Telisa.
"Kalau Rabu, kan orang tidak long weekend. Kalau hari Jumat kan long weekend, malah kemungkinan jadi berwisata."
"Jadi, malah dengan berwisata malah meningkatkan konsumsi BBM-nya."
Baca tanpa iklan