Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ada Varian Covid-19 Baru ‘Cicada’, Ini Hal-hal yang Perlu Diketahui

Varian BA.3.2 (Cicada) merupakan turunan dari Omicron BA.3 dan ditetapkan sebagai VUM sejak 5 Desember 2025 oleh WHO.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ada Varian Covid-19 Baru ‘Cicada’, Ini Hal-hal yang Perlu Diketahui
Canva/Tribunnews.com
KASUS COVID-19 - Template update kasus Covid-19 yang dibuat pada Senin (2/6/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Varian BA.3.2 (Cicada) merupakan turunan dari Omicron BA.3 dan ditetapkan sebagai VUM sejak 5 Desember 2025 oleh WHO
  • BA.3.2 kini sudah ditemukan di lebih 30 negara, dan disebabkan negara mencakup lebih 30 persen kasusnya, termasuk Jepang, Kenya, Belanda, Inggris dan tentunya Amerika Serikat
  • Kemenkes meminta masyarakat tidak panik dan menegaskan varian ini berisiko rendah serta belum terdeteksi di Indonesia

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Varian baru Covid-19 ‘Cicada’ kini jadi perhatian dunia. WHO dan banyak negara sedang mengamati varian baru BA.3.2, Cicada.

Varian ini sudah masuk "Variant Under Monitoring - VUM" WHO. Artinya, varian ini belum dianggap berbahaya seperti varian besar sebelumnya, tetapi sedang diawasi ketat karena ada potensi dampak tertentu.

Varian BA.3.2 (Cicada) merupakan turunan dari Omicron BA.3 dan ditetapkan sebagai VUM sejak 5 Desember 2025 oleh WHO.

Varian ini belum menunjukkan peningkatan sirkulasi, dan tidak ada data yang menunjukkan peningkatan keparahan, hospitalisasi, dan kematian.

Merujuk pada WHO, risiko kesehatan masyarakat untuk varian BA.3.2 (Cicada) adalah rendah.

Baca juga: Muncul Varian Baru Covid-19 ‘Cicada’, Disebut Berisiko Rendah dan Belum Ada di Indonesia

Rekomendasi Untuk Anda

Berikut hal-hal yang perlu diketahui terkait varian Cicada seperti dirangkum oleh pakar kesehatan sekaligus Direktur Pascasarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama.

1. Sebarannya di Lebih dari 30 Negara

BA.3.2 kini sudah ditemukan di lebih 30 negara, dan disebabkan negara mencakup lebih 30 persen kasusnya, termasuk Jepang, Kenya, Belanda, Inggris dan tentunya Amerika Serikat.

Amerika Serikat melalui CDC pada Februari 2026 mulai melacak varian ini, dan pada 19 Maret 2026 mulai dideteksi dan ditemukan adanya peningkatan kasus di Amerika Serikat.

Kasus pertama mulai ada di Amerika Serikat pada Januari tahun ini, dan laporan terakhir maka sudah mulai ditemukan juga pada swab pengunjung dari luar negeri yang masuk Amerika Serikat.

WHO sendiri mulai memantau secara global sejak Desember 2025, meskipun kasus awal sudah ada sejak 2024 di Afrika Selatan.

2. Kenapa Jadi Perhatian Global?

Prof Tjandra menyatakan, merujuk sejumlah literatur yang ada ternyata BA.3.2 sudah mengalami 75 mutasi atau disebut high mutated. Ini cukup tinggi dibanding banyak varian sebelumnya.

Mutasi terjadi pada bagian penting virus yang disebut spike protein.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas