Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tenaga Ahli KSP Respons Soal Pemerintah Gabung BoP Tanpa Konsultasi ke DPR

Tenaga Ahli KSP Ultha Levenia Nababan merespons tuduhan bahwa pemerintahan Prabowo memutuskan untuk bergabung BoP tanpa konsultasi ke DPR

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Tenaga Ahli KSP Respons Soal Pemerintah Gabung BoP Tanpa Konsultasi ke DPR
Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami
BoP - Tenaga Ahli Kantor Staff Presiden (KSP), Ultha Levenia Nababan, saat ditemui usai menghadiri rilis survei nasional dan diskusi publik bertema Legitimasi Publik atas Perang Amerika-Israel dan Iran di Hotel Sari Pacifik Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026). Ia mersepons soal langkah pemerintah gabung BoP 

Sebab koalisi partai pendukung pemerintah saat ini memegang mayoritas kursi di parlemen.

"Kalau misalnya mau dibicarakan di DPR sebelumnya juga tidak ada masalah sebenarnya, karena DPR ini, kan koalisi Merah Putih semua. Jadi pasti diterima juga apa pun, pasti dikuasai oleh Presiden," tutur Komarudin.

Prabowo Soal Rp 17 Triliun di BoP

Presiden Prabowo Subianto angkat bicara soal iuran masuk Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) buatan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Prabowo klarifikasi soal keanggotaan Indonesia dalam BoP.

Presiden RI menjelaskan jika Indonesia tidak pernah berkomitmen untuk membayar iuran BoP sebesar 1 miliar dolar atau hampir Rp 17 triliun.

Hal itu disampaikan Prabowo saat diskusinya bersama jurnalis dan beberapa tokoh.

Prabowo menjelaskan konsep awal keanggotaan BoP yang terdiri dari dua pilihan agar bisa menjadi anggota tetap.

Rekomendasi Untuk Anda

Pilihan pertama yaitu membayar iuran sebesar 1 miliar dolar.

Sementara pilihan kedua adalah mengirim pasukan perdamaian.

"Jadi dari awal konsep BoP itu mereka mengatakan bahwa boleh anggota yang ingin menjadi anggota Board of Peace boleh pilih dua. Kalau mau jadi anggota permanen ya berarti istilahnya mungkin premium member lah."

"Pokoknya you ada di situ diminta sumbangan 1 miliar dolar. Kemudian kita diminta Indonesia bisa enggak nyumbang pasukan? Saya mengatakan bisa. Pasukan perdamaian bisa."

"Jadi kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar," kata Prabowo dalam sesi diskusinya dengan para jurnalis dan tokoh pada Selasa (17/3/2026), dilansir kanal YouTube Najwa Shihab.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas