Generasi Muda Indonesia Diminta Waspadai Kepentingan Asing yang Ganggu Stabilitas Nasional
Generasi muda diminta untuk mewaspadai berbagai bentuk kepentingan asing yang dapat memengaruhi cara pandang terhadap bangsa dan negara.
Penulis:
willy Widianto
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- Joesoef Faisal Husainsyah menilai lemahnya pemahaman sejarah membuat generasi muda rentan terpengaruh narasi asing yang tidak sejalan dengan kepentingan nasional, sehingga perlu memahami perjuangan bangsa dan peran TNI.
- Ia mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak konflik seperti di Irak, Suriah, dan Libya akibat intervensi global, serta menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional di tengah berbagai isu dan aksi sosial.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Generasi muda diminta untuk mewaspadai berbagai bentuk kepentingan asing yang dapat memengaruhi cara pandang terhadap bangsa dan negara.
Menurut Pendiri Pemuda Panca Marga sekaligus penggagas Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB), Joesoef Faisal Husainsyah lemahnya pemahaman sejarah membuat sebagian anak muda mudah terjebak dalam narasi global yang belum tentu sejalan dengan kepentingan nasional.
Karena itu, pemahaman terhadap sejarah perjuangan bangsa, termasuk peran TNI, menjadi hal yang krusial.
Fenomena saat ini justru para kaum muda dan pegiat hak asasi bisa jadi publik enemy (musuh masyarakat), karena dianggap kerap mengganggu stabilitas nasional.
“Generasi muda saat ini banyak yang miskin pengetahuan sejarah. Mereka harus belajar dari proses berdirinya negara ini dan memahami peran TNI. Jangan sampai justru menjadi agen asing yang menyuarakan kepentingan terselubung,” tegas Joesoef dalam pernyataannya, Jumat(3/4/2026).
Ia juga mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak dalam skenario konflik seperti yang terjadi di sejumlah negara, seperti Irak, Libya, Suriah, Palestina, hingga Iran, yang mengalami instabilitas akibat intervensi dan dinamika global.
“Apakah kita ingin Indonesia bernasib sama? Ini yang harus menjadi peringatan. Kalau bangsa ini porak-poranda karena campur tangan asing, semua pihak harus bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian kelompok mahasiswa dan LSM dinilai kerap mengusung isu HAM tanpa melihat kepentingan nasional secara utuh.
Ia menekankan pentingnya menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan lainnya.
“Prinsipnya jelas, right or wrong is my country. Yang baik kita pertahankan, yang kurang kita perbaiki, bukan justru menjatuhkan bangsa sendiri,” tambahnya.
Joesoef juga menyoroti keresahan masyarakat terhadap maraknya aksi demonstrasi yang dinilai mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi.
“Masyarakat ingin hidup tenang, bekerja, dan mencari nafkah. Stabilitas itu penting,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan keprihatinan terhadap narasi yang dinilai menyudutkan institusi TNI.