Seskab Teddy Tanggapi Kabar Prabowo Bakal Potong Gaji Menteri
Teddy meminta awak media bertanya kepada pihak yang menyampakan isu pemotongan gaji menteri tersebut.
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan belum ada keputusan terkait isu pemotongan gaji menteri oleh Presiden Prabowo Subianto untuk efisiensi anggaran.
- Rencana tersebut masih akan dibahas dalam rapat pemerintah dalam beberapa hari ke depan.
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut wacana ini masih dikaji dan belum final, dengan estimasi pemotongan sekitar 25 persen.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya merespons kabar Presiden RI Prabowo Subianto akan memotong gaji menteri Kabinet Merah Putih sebagai langkah untuk efisensi anggaran negara.
Dikonfirmasi kabar itu, Teddy meminta awak media bertanya kepada pihak yang menyampakan isu pemotongan gaji menteri tersebut.
"Tanya yang menyampaikan, kemarin siapa itu?" ujar Teddy di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Teddy juga menjawab apakah rencana pemotongan gaji sudah menjadi pembahasan di Istana atau belum.
Menurutnya rencana tersebut baru akan dirapatkan dalam beberapa hari ini.
Hingga saat ini, kata Teddy, pemerintah belum akan memutuskan langkah pemangkasan gaji menteri tersebut.
"Tanya kepada yang menyampaikan kemarin. Jadi intinya untuk konsep-konsep itu akan dirapatkan dalam beberapa hari ini. Nanti kita lihat, belum ada keputusan apapun," pungkasnya.
Menteri Keuangan: Masih Dikaji
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengatakan pemerintah masih mengkaji wacana pemotongan gaji pejabat negara sebagai langkah efisiensi anggaran.
Purbaya mengatakan rencana pemotongan gaji pejabat masih tahap pembahasan dan belum ada keputusan final.
Ia menuturkan kesiapan penerapan kebijakan pemotongan gaji akan diberlakukan dengan menunggu arahan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau DPR saya enggak tahu, kalau menteri saya enggak apa-apa, kita lihat kebijakan Presiden seperti apa," kata Purbaya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Senin (7/4/2026).
Meski belum ada keputusan final, Purbaya memperkirakan besaran pemotongan gaji bisa mencapai sekitar 25 persen.
Namun angka tersebut masih bersifat asumsi pribadinya.
Purbaya mengaku pihaknya tidak keberatan jika gajinya dipotong.
"Enggak apa-apa, kan banyak duitnya," ucapnya.