Budi Arie Minta Setop Teror Ramalan Kekacauan: Jangan Mau Diadu Domba!
Budi Arie Setiadi minta pihak tertentu setop hasut rakyat dengan ramalan kekacauan Juni-Juli. Tegaskan bangsa Indonesia sudah cerdas!
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Lawan Provokasi: Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menyerukan penghentian upaya adu domba serta hasutan di tengah ketidakpastian global.
- Tepis Ramalan: Budi Arie menilai ramalan kekacauan pada Juni-Juli hanyalah upaya membangun teror mental yang tidak berdasar.
- Instruksi Nasional: Seluruh kader Projo diperintahkan hingga tingkat desa guna menjaga semangat serta akal sehat masyarakat demi persatuan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Ketua Umum DPP Projo (PROJO), Budi Arie Setiadi, menyerukan pentingnya persatuan dan kekompakan nasional dalam menghadapi gejolak global yang mulai berdampak ke dalam negeri.
Budi Arie menegaskan agar seluruh pihak segera menghentikan upaya menghasut rakyat serta mengadu domba bangsa demi kepentingan tertentu.
Ia meyakini, sebagai bangsa yang meraih kemerdekaan melalui perjuangan dan pengorbanan, masyarakat Indonesia memiliki karakter optimistis dan tidak mudah terprovokasi.
“Kemerdekaan Indonesia direbut dengan perjuangan, serta pengorbanan. Artinya, kita dikaruniakan sebagai bangsa optimis. Saya meyakini rakyat kita cerdas, tidak mudah diadu domba oleh elit-elit jahat!” tegas Budi Arie, Rabu (8/4/2026).
Waspada Gejolak Global
Mantan Menteri Koperasi ini menjelaskan bahwa ketegangan perang di Timur Tengah saat ini membawa imbas secara global, termasuk ke Indonesia.
Menurutnya, persoalan domestik pun dialami oleh hampir semua negara di dunia saat ini.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membangun optimisme dengan cara menghilangkan rasa takut, namun tetap waspada terhadap ketidakpastian.
Terkait hal itu, PROJO mengeluarkan instruksi khusus kepada seluruh elemen kepengurusan, mulai dari tingkat nasional hingga ke desa-desa.
"PROJO menginstruksikan untuk tetap menjaga api semangat dan akal sehat masyarakat di tengah situasi ini," jelasnya.
Baca juga: Ratusan Pejabat Datang ke Istana Akan Dengarkan Taklimat Presiden Prabowo
Tepis Ramalan Kekacauan Nasional
Lebih lanjut, Budi Arie juga menyoroti adanya pertanyaan mengenai ramalan yang menyebut akan terjadi kekacauan antara bulan Juni dan Juli mendatang.
Ia menilai pernyataan tersebut memiliki pretensi untuk menciptakan kepanikan di tengah masyarakat dan membangun teror yang sebenarnya tidak ada.
“Saya kembali kutip pesan Pak Joko Widodo ya, agar masyarakat jangan takut meski ada pihak-pihak yang sengaja menakut-nakuti. Itu pesan yang perlu terus kita gelorakan di masyarakat,” ujar Budi Arie.
Ia pun mengajak semua elemen bangsa untuk mengurangi debat kusir yang tidak memberikan solusi bagi persoalan negara.
Budi Arie mencontohkan bagaimana bangsa Indonesia berhasil melewati masa-masa kritis, salah satunya saat menghadapi pandemi Covid-19.
“Belajar saat pandemi Covid-19, bangsa Indonesia kompak mengatasinya sehingga kita selamat. Kita perlu terus pupuk optimisme karena punya pengalaman keberhasilan menghadapi situasi-situasi krisis dan krusial,” pungkasnya.
Baca tanpa iklan