Kunjungi BPPMT Denpasar, Wamentrans Viva Yoga Sebut Integritas ASN Kunci Transformasi Transmigrasi
Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menegaskan integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan ASN menjadi kunci keberhasilan.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menegaskan integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan ASN menjadi kunci keberhasilan transformasi program transmigrasi.
- Kementerian Transmigrasi terus meningkatkan kapasitas ASN dan non-ASN agar lebih kompeten, akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
- Paradigma transmigrasi kini berfokus pada peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di kawasan transmigrasi.
TRIBUNNEWS.COM, BALIÂ - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi kunci utama keberhasilan transformasi program transmigrasi di Indonesia.
Sebab itu, peningkatan kapasitas ASN dan non-ASN terus didorong agar mampu menjawab tantangan pembangunan kawasan transmigrasi yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan Viva Yoga usai mengunjungi Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Denpasar, Bali, Jumat (12/6/2026).
"Kami dari Kementerian Transmigrasi datang di Balai Transmigrasi Denpasar, tujuannya untuk melakukan peningkatan kapasitas pegawai ASN dan non-ASN agar lebih memiliki integritas di dalam bekerja yang berorientasi kepada pelayanan, akuntabel, kemudian loyal, kompeten, adaptif, dan kolaborasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan," kata Viva.
Menurutnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dari upaya transformasi Kementerian Transmigrasi.Â
ASN dituntut tidak hanya bekerja secara profesional, tetapi juga memiliki kebanggaan terhadap institusi serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Viva Yoga menilai peran ASN Kementerian Transmigrasi selama ini telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan nasional.Â
Dia menyebut, sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto, program transmigrasi telah menghasilkan berbagai pusat pertumbuhan baru di Indonesia.
"Kita beranggapan bahwa ASN di Kementerian Transmigrasi telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perjalanan bangsa karena dari zaman Presiden Soekarno sampai Presiden Prabowo Subianto telah melahirkan desa definitif sebanyak 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, dan tiga ibu kota provinsi, yaitu Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Sulawesi Barat, dan Provinsi Papua Selatan," ucapnya.
Viva menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil dari program pembangunan transmigrasi yang selama puluhan tahun telah memindahkan sekitar 2,2 juta kepala keluarga atau setara 9,1 juta jiwa ke berbagai wilayah di Indonesia.
Namun demikian, Viva Yoga menegaskan bahwa paradigma transmigrasi saat ini telah mengalami perubahan mendasar.Â
Jika sebelumnya transmigrasi identik dengan program perpindahan penduduk, kini fokus utamanya adalah menciptakan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi kawasan.
"Itu semuanya adalah produk dari program pembangunan transmigrasi yang telah memindahkan penduduk sebanyak 2,2 juta kepala keluarga atau setara 9,1 juta jiwa," ucapnya.
"Dan sekarang, dengan era reformasi terjadi proses transformasi bahwa tujuan transmigrasi bukan sekadar pemindahan penduduk baik transmigrasi umum atau transmigrasi lokal, tapi sekarang melakukan transformasi dan revitalisasi bahwa tujuannya adalah untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi, baik di satuan pemukiman maupun di masyarakat setempat yang ada di kawasan transmigrasi," lanjutnya.
Karena itu, lanjut Viva, penguatan integritas dan kompetensi ASN menjadi faktor yang tidak dapat dipisahkan dari agenda transformasi transmigrasi yang tengah dijalankan pemerintah.
Baca juga: Laksanakan Hasil Riset 2024, Ekspedisi Patriot Bawa Teknologi Tepat Guna ke Kawasan Transmigrasi
"Jadi dengan demikian maka kita akan terus untuk mendidik para ASN agar bangga terhadap Kementerian Transmigrasi dan terus melakukan pelayanan yang maksimal dalam pengembangan kinerja di Kementerian Transmigrasi," tandasnya.