Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Prabowo Bicara Soal Pemakzulan Saat Pimpin Rapat Kerja di Istana

Prabowo Subianto menyinggung soal pemakzulan atau impeachment saat memimpin Rapat Kerja bersama anggota Kabinet Merah Putih.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Prabowo Bicara Soal Pemakzulan Saat Pimpin Rapat Kerja di Istana
YouTube Sekretariat Presiden
PRABOWO - Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat dalam rapat kerja bersama anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Prabowo menyinggung soal pemakzulan atau impeachment saat memimpin Rapat Kerja bersama anggota Kabinet Merah Putih. 

Ringkasan Berita:
  • Prabowo mengatakan tak masalah apabila ada yang menilai pemerintahan yang ia pimpin bekerja dengan tidak baik
  • Prabowo menyebut untuk mengganti pemerintahan harus sesuai dengan mekanisme yang berlaku
  • Prabowo singgung lengsernya Soekarno, Soeharto, hingga Gus Dur

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal pemakzulan atau impeachment saat memimpin Rapat Kerja bersama anggota Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta para direktur utama BUMN di Halaman Tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Presiden mengatakan tak masalah apabila ada yang menilai pemerintahan yang ia pimpin bekerja dengan tidak baik.

Namun, menurut Presiden untuk mengganti pemerintahan harus sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

"Kedaulatan di tangan rakyat, tidak ada masalah kalau ada yang menilai pemerintah tidak baik ya gantilah pemerintah itu ada mekanismenya dengan baik dengan damai," kata Prabowo saat memberikan arahan.

Ketua Umum Gerindra tersebut mengatakan Indonesia telah memegang konsensus yakni menjadi negara demokrasi.

Baca juga: Deretan Kritik Pernyataan Saiful Mujani soal Jatuhkan Prabowo, Anggota DPR hingga Aktivis

Dalam negara demokrasi terdapat jalur konstitusional yang dapat ditempuh untuk mengganti pemerintahan yakni melalui pemilih umum atau bahkan pemakzulan yang sesuai mekanisme.

Rekomendasi Untuk Anda

"Bisa melalui pemilihan umum tidak ada masalah, bisa juga melalui impeachment gak ada masalah, tapi impeachment melalui saluran DPR/MPR, MK dilakukan tidak masalah," kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden kemudian menceritakan mengenai pergantian pemerintahan yang pernah terjadi di Indonesia.

Mulai dari pergantian Soekarno ke Soeharto, hingga lengsernya Gus Dur.

Baca juga: Qodari Tanggapi Ucapan Saiful Mujani Jatuhkan Prabowo, Singgung Dampak Ketidakpastian Politik

"Dalam sejarah kita telah terjadi beberapa pergantian. Bung Karno turun dengan damai, Pak Harto turun dengan damai, Gus Dur turun dengan damai melalui proses tidak melalui kekerasan," kata Prabowo.

Menurut Prabowo Indonesia telah memiliki sistem  dalam pergantian pemerintahan.

Sistem tersebut dibentuk oleh para pendiri bangsa.

"Jadi Saudara-saudara percayalah pada sistem yang telah dibangun pendiri bangsa kita, percayalah pada kekuatan kita sendiri pada Indonesia," ucapnya.

Peneliti Saiful Mujani sebelumnya melontarkan kritikan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Dalam video ceramah Saiful Mujani yang diunggah akun Instagram @leveenia dan kanal Youtube Sociocorner, Saiful berbicara mengenai cara menjatuhkan Presiden Prabowo. 

Ia mengatakan cara prosedur formal pemakzulan tidak akan efektif menghadapi Prabowo. 

“Alternatifnya bukan prosedur formal impeachment itu. Itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu,” ucap Saiful.

“Kalau nasihati Prabowo tidak bisa juga. Bisanya hanya bisa dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, tapi bukan menyelamatkan Prabowo, melainkan menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” ujarnya.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas