Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Prabowo ke Rusia Malam Ini Bertemu Vadimir Putin Bahas Masalah Minyak

Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan bertolak ke Rusia pada Minggu (12/4/2026) malam ini.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Prabowo ke Rusia Malam Ini Bertemu Vadimir Putin Bahas Masalah Minyak
/Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di St. Petersburg, Kamis (20/6/2025). Dalam pertemuan tersebut Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk menjunjung tinggi prinsip kedaulatan negara dan kolaborasi. (Biro Pers Sekretariat Presiden) 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo dijadwalkan berkunjung ke Rusia untuk bertemu Presiden Vladimir Putin guna membahas ketahanan energi dan situasi geopolitik global.
  • Pertemuan ini menyoroti upaya Indonesia mengamankan pasokan minyak di tengah kenaikan harga akibat konflik Timur Tengah.
  • Langkah tersebut menjadi bagian strategi pemerintah menjaga stabilitas energi dalam negeri.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan bertolak ke Rusia pada Minggu (12/4/2026) malam ini.

Kunjungan kerja ini akan membahas isu ketahanan energi dan stabilitas geopolitik global sebagai agenda utama dalam pertemuan tatap muka antara Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Media AFP mengatakan Prabowo akan melakukan pembicaraan dengan Presiden Vladimir Putin mengenai minyak.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan pada  Sabtu bahwa minyak yang "memiliki kepentingan strategis bagi bangsa Indonesia" akan masuk dalam agenda pertemuan.

"Presiden  akan bertemu dengan Presiden Putin dan juga akan membahas geopolitik global dan, tentu saja, situasi energi," kata Sugiono.

Prabowo, yang baru-baru ini melakukan perjalanan ke Korea Selatan dan Jepang, berbicara alasannya kerap bepergian ke luar negeri.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saudara-saudari sekalian, ini demi mengamankan pasokan minyak, saya harus pergi ke mana-mana," katanya dalam pidato di hadapan kabinetnya pekan lalu.

Seperti banyak negara lainnya, Indonesia berada di bawah tekanan akibat melonjaknya harga minyak global karena perang di Timur Tengah.

Negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara  ini adalah produsen minyak tetapi tetap mengimpor.

Bulan lalu, pemerintahan Prabowo mengumumkan penjatahan bahan bakar dan mewajibkan kebijakan bekerja dari rumah satu hari per minggu bagi pegawai negeri sipil untuk menghemat cadangan energi.

Menteri Indonesia mengatakan harga minyak yang tinggi secara berkelanjutan dapat menyebabkan defisit anggaran melampaui batas yang ditetapkan.

WFH, pembatasan bahan bakar, dan subsidi: Asia Tenggara berupaya keras mengatasi krisis energi.
Mereka berjanji tidak akan menaikkan harga bahan bakar dalam waktu dekat.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengatakan kepada wartawan pada bulan Maret bahwa negaranya terbuka untuk menjual minyak ke Indonesia.

"Jika Indonesia membutuhkannya, beri tahu kami dan Anda akan mendapatkannya," kata Tolchenov saat kedua negara bersiap untuk latihan militer gabungan di pelabuhan Jakarta.

Tahun lalu, Jakarta bergabung dengan blok BRICS yang terdiri dari negara-negara berkembang termasuk Rusia dan China. 

Namun Prabowo juga telah menandatangani kesepakatan perdagangan dengan Presiden AS Donald Trump dan bergabung dengan apa yang disebut "Dewan Perdamaian".

Sumber: AFP

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas