Golkar Respons Hasil Survei Terhadap Kinerja Menteri Bahlil: Harus Berdasarkan Fakta
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham, mengingatkan agar hasil survei tidak dipengaruhi subjektivitas.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Malvyandie Haryadi
Ringkasan Berita:
- Survei terbaru Lembaga Survei Studi Indonesia Raya (LSSIR) menyoroti kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
- Dalam hasil survei, publik menilai kinerjanya belum optimal sehingga ditempatkan dalam kategori “bermasalah”.
- Meski demikian, survei juga mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Prabowo Subianto yang tinggi, mencapai 70,5 persen.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham, mengingatkan agar hasil survei tidak dipengaruhi subjektivitas.
Hal itu disampaikannya menyusul temuan Lembaga Survei Studi Indonesia Raya (LSSIR) yang menempatkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam kategori “bermasalah”.
Menurut Idrus, survei memang sah dilakukan, namun hasilnya harus tetap berpijak pada fakta dan realitas di lapangan.
“Survei itu sah-sah saja, tapi tidak boleh bertentangan dengan akal sehat dan fakta. Kita harus objektif dalam melihat kinerja pemerintah,” kata Idrus, kepada wartawan, Senin (13/4/2026).
Survei tersebut juga mencatat tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto sebesar 70,5 persen, namun di sisi lain memberi catatan kritis terhadap sejumlah menteri, termasuk Bahlil.
Idrus mengatakan, jika hasil survei tidak sejalan dengan kondisi nyata, maka publik berhak mempertanyakannya.
“Kalau hasil survei berbeda dengan realitas dan tidak masuk akal, jangan salahkan kalau muncul kecurigaan. Bisa saja orang menilai ada faktor subjektivitas, bahkan mungkin karena pesanan,” ucapnya.
Kendati demikian, ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak memicu perpecahan.
“Kita semua adalah anak bangsa. Mari kita rawat rumah besar Indonesia ini bersama-sama, dengan semangat kebersamaan dan objektivitas,” tandasnya.
Survei LSSIR
Survei terbaru yang dilakukan oleh Lembaga Survei Studi Indonesia Raya (LSSIR) sebelumnya menyoroti kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Dalam hasil survei tersebut, publik menilai kinerja Bahlil masih belum optimal, sehingga ia ditempatkan dalam kategori “bermasalah”.
Temuan ini muncul di tengah tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Prabowo Subianto yang mencapai lebih dari 70 persen.
Survei LSSIR menekankan bahwa sektor energi merupakan salah satu bidang yang paling krusial bagi pembangunan nasional.
Dalam temuannya, LSSIR menyatakan, publik menyoroti sejumlah kebijakan yang dianggap belum memberikan dampak signifikan terhadap kebutuhan energi masyarakat maupun arah transisi energi.
"Hal ini membuat persepsi publik terhadap kinerja Menteri ESDM menjadi kurang positif dibandingkan beberapa menteri lain."
Baca tanpa iklan