Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

PRIMA: Kebijakan Menahan Harga BBM adalah Napas Bagi Rakyat Kecil

Sekjen PRIMA Gautama apresiasi kebijakan menahan harga BBM bersubsidi, sebut napas rakyat kecil.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in PRIMA: Kebijakan Menahan Harga BBM adalah Napas Bagi Rakyat Kecil
HO/IST
HARGA BBM - Sekretaris Jenderal Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Mayjen TNI (Purn) R. Gautama Wiranegara merespons komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. (Ho/IST). 

Ringkasan Berita:
  • Sekjen PRIMA Mayjen TNI (Purn) R. Gautama Wiranegara memuji langkah pemerintah menahan harga BBM bersubsidi sebagai bentuk perlindungan daya beli rakyat kecil. 
  • Ia menilai kebijakan ini menekan inflasi dan menjaga stabilitas sosial, meski tetap menimbulkan beban fiskal.
  • Gautama menekankan pentingnya transparansi, pengawasan, serta kemandirian energi agar subsidi tepat sasaran

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Mayjen TNI (Purn) R. Gautama Wiranegara memberikan apresiasi atas komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Gautama menilai, langkah tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi daya beli masyarakat.

Terlebih, saat ini tekanan ekonomi global sedang berada dalam kondisi yang tidak menentu.

Menurut Gautama, kebijakan menahan harga BBM bersubsidi ini merupakan 'napas' bagi kehidupan rakyat kecil.

"BBM itu adalah 'nyawa' bagi aktivitas ekonomi sehari-hari," kata Gautama, Jumat (17/4/2026).

Gautama menjelaskan, jika harga BBM bergejolak, maka akan terjadi efek berantai yang langsung memukul masyarakat bawah.

Rekomendasi Untuk Anda

Efek domino tersebut terlihat dari potensi kenaikan harga bahan pokok hingga membengkaknya biaya logistik.

Ia pun memandang, langkah pemerintah menahan harga di tengah kenaikan biaya energi adalah upaya konkret untuk menahan laju inflasi.

Namun, di sisi lain, Gautama juga memberikan catatan rasional terkait kondisi geopolitik dunia saat ini.

Ia mengingatkan bahwa harga minyak dunia masih sangat fluktuatif, yakni berada di kisaran USD 90 hingga USD 100 per barel.

Mengingat ketergantungan Indonesia pada impor minyak, tekanan terhadap APBN dinilai akan tetap nyata.

Oleh karena itu, ia meminta pengelolaan anggaran subsidi energi harus dilakukan dengan ekstra hati-hati agar tidak meleset dari sasaran.

"Kebijakan ini harus dikawal. Kita butuh transparansi dan pengawasan publik agar subsidi benar-benar dinikmati oleh mereka yang berhak," tegas purnawirawan jenderal bintang dua tersebut.

Gautama juga menekankan bahwa stabilitas harga BBM sangat berperan penting dalam menjaga kondusivitas sosial di tanah air.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang memecah belah.

Baca juga: Tak Hanya Kerja Sama BBM & LPG, Kunjungan Prabowo ke Rusia juga Bahas Investasi Kilang & Storage

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas