Sandi Uno Dorong Pelaku Usaha Kecil Ciptakan Lapangan Kerja Baru Melalui Program Inkubasi
Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pelaku usaha kecil tidak hanya bertahan, tapi mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Ringkasan Berita:
- Sandiaga Salahuddin Uno melalui Yayasan Indonesia Setara mendorong UMKM naik kelas lewat program inkubasi perempuan di Bogor untuk menciptakan lapangan kerja baru.
- Program ini tak hanya melatih produksi olahan edamame, tetapi juga membekali peserta dengan manajemen bisnis, branding, pemasaran digital.
- Inkubasi selama 2 bulan dengan mentoring intensif ditargetkan melahirkan wirausaha perempuan mandiri yang mampu memperluas usaha dan menjadi penggerak ekonomi lokal.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas dan tidak sekadar bertahan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Dorongan tersebut disampaikan dalam program Inkubasi Perempuan Berdaya Naik Kelas bertema Workshop Olahan Edamame yang digelar di Bogor, Jawa Barat, dan diikuti sekitar 40 pelaku usaha perempuan dari wilayah Bogor Raya.
Menurut Sandiaga, program inkubasi bisnis harus memiliki dampak nyata terhadap perekonomian, bukan hanya sebatas pelatihan keterampilan.
“Yang kita kejar adalah dampak sosial dan pertumbuhan bersama. Dari usaha kecil yang naik kelas, akan lahir peluang kerja baru di masyarakat,” ujar Sandiaga dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).
Ia menegaskan, UMKM harus didorong menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan kemampuan menciptakan usaha berkelanjutan sekaligus menyerap tenaga kerja.
Dalam program ini, peserta tidak hanya diajarkan memproduksi olahan edamame seperti mochi, bolu kukus, dan susu, tetapi juga dibekali kemampuan bisnis secara menyeluruh.
Mulai dari manajemen usaha, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran digital menjadi fokus utama agar pelaku UMKM mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Tak hanya itu, peserta juga didampingi dalam pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal guna memperluas akses pasar.
“UMKM tidak cukup hanya bisa produksi. Mereka harus paham branding, pemasaran, hingga penguasaan marketplace agar bisa berkembang,” tambah dia.
Selama dua bulan masa inkubasi, peserta akan mengikuti delapan sesi mentoring dan coaching, baik secara daring maupun luring, dengan materi mulai dari penyusunan model bisnis hingga strategi konten digital.
Sandiaga juga mendorong peserta yang berhasil untuk kembali berbagi pengalaman sebagai mentor bagi pelaku usaha lainnya.
Menurutnya, ekosistem kewirausahaan yang kuat akan terbentuk jika pelaku UMKM saling mendukung dan tumbuh bersama.
Baca juga: Buka Perwakilan di Beijing, Formas Targetkan Perluasan Lapangan Kerja via Investasi
“Dengan model ini, kita harapkan lahir wirausaha perempuan yang mandiri dan mampu menjadi penggerak ekonomi di daerahnya,” pungkasnya.
Baca tanpa iklan