DPR Kecam Tren Tagih Hutang Pakai Ambulans dan Damkar: Seakan Dibiarkan OJK
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, meminta Polisi tindak tegas Debt Collector yang menggunakan Ambulans dan Damkar untuk meneror debitur
Penulis:
Bobby W
Editor:
Tiara Shelavie
Hal ini terjadi setelah pihak Damkar Semarang mendapatkan laporan palsu mengenai kebakaran sebuah warung nasi goreng di Jalan WR Supratman, Semarang Barat.
Merespons laporan tersebut, dua unit armada dengan 12 personel langsung meluncur ke lokasi.
Namun, setibanya di sana, petugas tidak menemukan api maupun asap.
Pemilik warung justru mengaku tengah diteror oleh debt collector terkait tunggakan pinjaman online sekitar Rp2.000.000 sejak tahun 2020.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam dan telah membawa kasus ini ke jalur hukum.
"Kalau minta maaf, dia sudah minta maaf ke kita. Cuman kami enggak mau. Dia tetap harus hadir ke kantor Dinas Pemadam Kebakaran. Kami kasih waktu 2 kali 24 jam," tegas Tantri melalui sambungan telepon, seperti yang dilansir dari TribunJateng.com
Pihak Damkar Semarang juga telah melakukan koordinasi dengan tim cyber Polrestabes Semarang.
Pelaku terdeteksi berada di Sleman, DIY, meskipun sempat berdalih berada di Surabaya namun nomor telepon pelaku terpantau sudah tidak aktif dan akun WhatsApp-nya telah dihapus.
Sebagai langkah lanjutan, laporan resmi terkait laporan palsu telah dilayangkan ke Polrestabes Semarang pada Kamis malam.
Bukti berupa tangkapan layar percakapan juga telah diamankan untuk memperkuat proses hukum.
Teror Ambulans di Sleman
Baca juga: 97 Pinjol Didenda KPPU Senilai Rp755 Miliar, Ekonom Sebut Memicu Penurunan Kepercayaan Investor
Aksi serupa juga menimpa layanan ambulans Mer-C Yogyakarta di Sleman pada Rabu (22/4/2026).
Admin Ambulans Mer-C, Aziz Apri Nugroho, menceritakan bahwa pihaknya menerima telepon untuk menjemput pasien di sebuah kos kawasan Caturtunggal, Depok.
Namun, setibanya di lokasi, diketahui bahwa target yang dimaksud sudah pindah sejak tiga tahun lalu.
Saat dikonfirmasi kembali, pihak penelepon justru meminta sopir ambulans untuk berkomunikasi dengan nasabah agar segera membayar tagihan.
Penelepon tersebut mengaku berasal dari pihak pinjaman online (pinjol).
Baca tanpa iklan