Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

4 Info Terbaru Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Penyebab hingga Jumlah Korban

Diduga tabrakan terjadi mulanya karena ada taksi mobil lstrik VinFast yang mogok di rel perlintasan kereta api.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in 4 Info Terbaru Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Penyebab hingga Jumlah Korban
Tribun Banyumas/Dok Polsek Wanasari
KECELAKAAN KERETA - Proses evakuasi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi, penumpang KRL terjepit akibat ditabrak KA Anggrek Bromo, Senin (27/4/2026). 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Terjadi kecelakaan fatal antara kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) sekira pukul 20.55 WIB.

Dugaan penyebab kecelakaan

Diduga tabrakan terjadi mulanya karena ada taksi mobil lstrik VinFast yang mogok di rel perlintasan kereta api.

Dilansir TribunnewsBogor.com taksi itu mogok di JPL 85 Bekasi menyebabkan KRL KA 5181 menabrak nya.

Taksi yang tertemper KRL pun sempat bergerak beberapa meter setelah ditabrak.

Insiden tersebut menyebabkan KRL lainnya tertahan di Stasiun Bekasi Timur.

Taksi tertemper KRL tersebut juga menyebabkan gangguan pada sistem persinyalan atau gangguan operasional.

Akibatnya, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya Pasarturi tetap melaju kencang sehingga menabrak KRL yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur.

Rekomendasi Untuk Anda

Gerbong KA Argo Bromo menerobos masuk ke gerbong KRL di bagian belakang dan gerbong wanita.

7 orang meninggal

Hingga pagi ini, Selasa (28/4/2026), jumlah korban tewas kecelakaan kereta bertambah jadi tujuh  orang.

Hal tersebut, disampaikan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) pagi.

"Update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang, luka-luka dirawat 81 orang," katanya.

7 Orang Terjebak di Dalam Gerbong

Sebanyak 7 penumpang masih terjebak di dalam gerbong KRL khusus wanita hingga dini hari tadi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengatakan proses evakuasi terhadap korban kecelakaan kereta masih terus berlangsung di lokasi kejadian.

“Kita lihat ada 6-7 orang masih di gerbong mudah-mudahan segera bisa kita evakuasi,” ujarnya di Stasiun Bekasi Timur tengah malam tadi.

Guna mempercepat proses penyelamatan, Tim Basarnas memotong badan gerbong KRL karena sejumlah korban berada dalam kondisi terjepit.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas