Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Identifikasi Terkendala, RS Polri Minta Keluarga Korban Bawa Dokumen Sidik Jari

Polri menyatakan adanya kendala dalam proses identifikasi jenazah korban tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Identifikasi Terkendala, RS Polri Minta Keluarga Korban Bawa Dokumen Sidik Jari
Tribunnews.com/Fersianus Waku
KENDALA IDENTIFIKASI - Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yuliharyono, menyatakan adanya kendala dalam proses identifikasi jenazah korban tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. 
Ringkasan Berita:
  • Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yuliharyono, menyampaikan adanya kendala dalam proses identifikasi jenazah korban tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. 
  • Beberapa jenazah tidak terdeteksi identitasnya melalui sistem MAMBIS sehingga membutuhkan pendalaman lebih lanjut.
  • RS Polri meminta keluarga korban membawa identitas spesifik saat melapor ke posko antemortem, seperti foto yang memperlihatkan gigi, dokumen dengan sidik jari (misalnya ijazah).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yuliharyono, menyatakan adanya kendala dalam proses identifikasi jenazah korban tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

"Ada beberapa kendala, di mana jenazahnya pada saat kita cek di MAMBIS-nya tidak keluar identitasnya. Tetapi ini kita lagi dalami lagi," kata Prima di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026).

RS Polri meminta keluarga korban membawa tanda identitas spesifik saat melapor ke posko antemortem.

Prima menjelaskan, untuk memperlancar proses identifikasi, pihak keluarga perlu membawa data-data yang detail.

"Yang dibawa, mungkin identitas ya, mungkin perlu foto yang kelihatan giginya, ya, terus identitas yang ada sidik jarinya," ungkapnya. 

Prima mencontohkan bahwa dokumen seperti ijazah juga dapat membantu proses identifikasi karena seringkali memuat sidik jari.

RS Polri hingga kini telah menerima 10 kantong jenazah korban tabrakan yang terjadi pada Senin malam (27/4/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Adapun, insiden bermula saat KRL Commuter Line dari arah Jakarta menuju Cikarang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. 

Pemberhentian ini terjadi lantaran Commuter Line dari arah Cikarang menuju Bekasi mengalami insiden menabrak mobil taksi di jalur yang sama.

Ketika KRL Commuter Line Jakarta-Cikarang berhenti, Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek melintas dari arah belakang dan langsung menghantamnya.

Berdasarkan data teranyar, kecelakaan ini mengakibatkan 15 orang meninggal dan 84 mengalami luka-luka. 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas