Asal Muasal Luka Lebam di Wajah Jenazah Napi Seumur Hidup Anton Kurniawan, Ini Penjelasannya
Kematian narapidana seumur hidup, Anton Kurniawan di Lapas Palangka Raya, menjadi sorotan. Anggota Komisi XIII DPR, Bias Layar turun tangan.
Penulis:
Nanda Lusiana Saputri
Editor:
Drajat Sugiri
Ringkasan Berita:
- Kematian narapidana seumur hidup yang merupakan mantan polisi, Anton Kurniawan di Lapas Palangka Raya, menjadi sorotan.
- Bahkan, Anggota Komisi XIII DPR, Bias Layar turun tangan mengunjungi Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Senin (1/6/2026).
- Dalam kunjungan itu, terungkap asal muasal luka lebam di wajah jenazah Anton.
TRIBUNNEWS.COM - Kasus narapidana tewas di dalam tahanan sering kali memicu sorotan publik, investigasi pihak berwajib, dan evaluasi pengamanan.
Kejadian narapidana tewas dalam tahanan di Indonesia umumnya disebabkan tiga faktor utama.
Pertama, penganiayaan atau pengeroyokan oleh sesama warga binaan.
Kedua, dugaan penyiksaan atau kekerasan yang melibatkan oknum aparat. Ketiga, kondisi kesehatan yang memburuk.
Setiap insiden tersebut biasanya ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian dan kementerian Hukum dan HAM dengan autopsi jenazah.
Selain itu, pemeriksaan sipir atau napi lain untuk menyelidiki unsur pidana di baliknya.
Kasus serupa terjadi di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Seorang narapidana seumur hidup bernama Anton Kurniawan ditemukan meninggal dunia di sel isolasi, Sabtu (30/5/2026) malam.
Anton merupakan mantan polisi yang dijatuhi hukuman seumur hidup dalam kasus penembakan sopir ekspedisi.
Kematian Anton pun menjadi sorotan.
Bahkan, Anggota Komisi XIII DPR, Bias Layar turun tangan mengunjungi Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Senin (1/6/2026).
Baca juga: Kronologi Napi Seumur Hidup Anton Kurniawan Tewas, Sempat Ditemukan Menelungkup di Sel Isolasi
Dalam kunjungan itu, Bias meninjau sejumlah fasilitas lapas.
Ia juga meminta penjelasan terkait kematian narapidana seumur hidup, Anton.
Penjelasan itu disampaikan oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas IIA Palangka Raya, Muh Alamsyah Rahman.
Alamsyah sekaligus menjelaskan terkait informasi yang beredar perihal luka lebam di tubuh Anton saat jenazah diperiksa.