Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Asal Muasal Luka Lebam di Wajah Jenazah Napi Seumur Hidup Anton Kurniawan, Ini Penjelasannya

Kematian narapidana seumur hidup, Anton Kurniawan di Lapas Palangka Raya, menjadi sorotan. Anggota Komisi XIII DPR, Bias Layar turun tangan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Asal Muasal Luka Lebam di Wajah Jenazah Napi Seumur Hidup Anton Kurniawan, Ini Penjelasannya
HO/IST/Kompas.com/HO/TribunMedan
TEWAS DI LAPAS - Kolase foto Brigadir Anton Kurniawan Stiyanto, oknum polisi yang tembak mati warga di Kalteng, saat digiring aparat ke mobil tahanan usai mengikuti pelimpahan kasusnya di Kejaksaan Negeri Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (12/2/2025). Kematian Anton di Lapas Palangka Raya menjadi sorotan, di antaranya dari Anggota Komisi XIII DPR, Bias Layar. 

Menurutnya, luka lebam itu berasal saat Anton mencoba kabur dari lapas.

Ia sempat dilumpuhkan oleh petugas, sehingga mengalami luka-luka.

Upaya percobaan kabur dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya itu dilakukan Anton pada Sabtu (23/5/2026).

Alamsyah menuturkan, saat itu Anton berupaya melarikan diri menggunakan senjata api.

Napi seumur hidup itu bahkan sempat menodongkan senjata api ke arah petugas yang sedang berjaga.

Ia juga mencoba melepaskan tembakan.

“Saat senjata api ditodongkan ke petugas yang sedang berjaga, senjata api itu ditekan pelatuknya, namun tidak meledak."

Rekomendasi Untuk Anda

"Respons salah satu petugas langsung membanting,” jelas Alamsyah di hadapan Anggota Komisi XIII DPR RI, Bias Layar, melansir TribunKalteng.com.

Kemudian, sejumlah petugas lainnya segera membantu untuk mengamankan Anton, karena yang bersangkutan masih memegang senjata api.

Alamsyah mengungkapkan, saat proses pelumpuhan berlangsung, Anton disebut sempat melakukan perlawanan.

Sehingga, petugas harus mengambil tindakan untuk mengendalikan situasi.

“Makanya pada mukanya itu ada lebam-lebam, karena ini upaya melumpuhkan,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi XIII DPR RI, Bias Layar menegaskan, perlunya pembenahan di lingkungan lapas agar kejadian serupa tak terulang.

Ia pun meminta seluruh jajaran lapas dan rumah tahanan melakukan evaluasi menyeluruh.

Baik dari sisi sumber daya manusia maupun fasilitas pendukung yang tersedia.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas