Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

100 Soal KNMP dan Kunci Jawaban Tes Kampung Nelayan Merah Putih 2026

Berikut contoh 100 soal KNMP dan kunci kawaban Kampung Nelayan Merah Putih 2026 untuk latihan bagi peserta yang akan mengikuti CAT.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 100 Soal KNMP dan Kunci Jawaban Tes Kampung Nelayan Merah Putih 2026
Instagram Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
REKRUTMEN KNMP - Poster rekrutmen Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) diambil dari Instagram Kementerian Kelautan dan Perikanan RI pada Kamis (16/4/2026). - Berikut contoh 100 soal KNMP dan kunci kawaban Kampung Nelayan Merah Putih 2026 untuk latihan bagi peserta yang akan mengikuti CAT. 

Kunci Jawaban: E

14. Pendapatan nelayan menurun karena hanya menjual ikan segar tanpa pengolahan, sementara pasar mulai menuntut produk olahan dengan nilai tambah. Langkah terbaik adalah ....

A. Tetap menjual ikan segar seperti biasa
B. Mengurangi aktivitas melaut
C. Menjual dengan harga lebih rendah
D. Mengembangkan usaha pengolahan hasil laut
E. Menghentikan penjualan sementara

Kunci Jawaban: D

15. Pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dilandasi oleh Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 yang berfokus pada target...

A. Pembangunan Pangkalan Militer Angkatan Laut
B. Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi dan Air Nasional
C. Pemberantasan Pencurian Ikan Asing
D. Privatisasi Pulau-Pulau Terluar
E. Pembangunan Tol Laut Internasional

Kunci Jawaban: B

Rekomendasi Untuk Anda

16. Dalam satu kawasan, terjadi penangkapan ikan berlebih sehingga ukuran ikan yang ditangkap semakin kecil dari waktu ke waktu. Langkah paling tepat adalah ....

A. Membiarkan karena masih ada hasil tangkapan
B. Meningkatkan jumlah kapal penangkap
C. Menurunkan harga ikan kecil
D. Menghentikan seluruh aktivitas penangkapan
E. Menerapkan aturan penangkapan terukur dan pembatasan ukuran ikan

Kunci Jawaban: E

17. Dalam suatu program bantuan, terjadi ketidaktepatan sasaran penerima sehingga menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat nelayan. Langkah paling tepat adalah ....

A. Mengabaikan masalah tersebut
B. Menyalahkan pihak pemberi bantuan
C. Menghentikan seluruh program bantuan
D. Menunda program berikutnya tanpa evaluasi
E. Melakukan verifikasi ulang dan memperbaiki mekanisme penyaluran

Kunci Jawaban: E

18. Penggunaan alat tangkap Trawl (Pukat Harimau) di zona perairan dangkal dilarang keras oleh pemerintah karena...

A. Membuat kapal cepat rusak
B. Bahan jaringnya mencemari air
C. Bersifat merusak dasar laut dan tidak selektif (semua biota kecil hingga terumbu karang ikut tersapu)
D. Menyebabkan ikan cepat busuk
E. Ikan tangkapannya menjadi beracun

Kunci Jawaban: C

19. Di wilayah KNMP, banyak nelayan masih menjual hasil tangkapan langsung ke tengkulak dengan harga rendah karena sistem lelang di TPI kurang berjalan efektif. Langkah paling tepat sebagai pengelola adalah....

A. Membiarkan karena sudah menjadi kebiasaan
B. Menutup TPI karena tidak berjalan optimal
C. Memaksa nelayan menjual hanya melalui TPI
D. Menghapus sistem lelang dan mengganti dengan sistem bebas
E. Mengoptimalkan sistem lelang dengan transparansi harga dan edukasi nelayan

Kunci Jawaban: E

20. Fasilitas pabrik es di KNMP tidak berjalan optimal karena pengelolaannya kurang profesional dan sering mengalami kerusakan. Langkah strategis yang paling tepat adalah ....

A. Menutup fasilitas tersebut
B. Membiarkan karena masih bisa digunakan
C. Mengalihkan fungsi fasilitas
D. Menunggu bantuan pemerintah
E. Meningkatkan manajemen operasional dan pelatihan pengelola

Kunci Jawaban: E

21. Swasembada pangan dalam KNMP berfokus pada…

A. Produksi beras
B. Produksi ikan sebagai sumber protein
C. Produksi jagung
D. Produksi daging sapi
E. Produksi kedelai

Kunci Jawaban: B

22. Wilayah pesisir KNMP mengalami abrasi yang mulai mengancam permukiman nelayan dan fasilitas umum. Langkah strategis yang paling tepat adalah ....

A. Memindahkan seluruh warga secara langsung
B. Membiarkan karena proses alami
C. Menunggu bantuan pusat
D. Mengurangi aktivitas nelayan
E. Melakukan mitigasi seperti penanaman mangrove dan perlindungan garis pantai

Kunci Jawaban: E

23. Berapakah total alokasi formasi dan jumlah lokasi KNMP yang akan dibangun pada tahun 2026?

A. 1.000 formasi di 500 lokasi
B. 30.000 formasi di 30.000 lokasi
C. 5.476 formasi di 1.369 lokasi
D. 1.369 formasi di 1.369 lokasi
E. 10.000 formasi di 2.000 lokasi

Kunci Jawaban: C

24. Saat terjadi cuaca ekstrem, tidak semua nelayan mendapatkan informasi peringatan dini sehingga masih banyak yang melaut dan berisiko. Langkah paling tepat adalah ....

A. Menyalahkan nelayan yang tetap melaut
B. Membiarkan karena sudah biasa terjadi
C. Menunggu sistem dari pusat
D. Menghentikan seluruh aktivitas nelayan
E. Membangun sistem informasi dan peringatan dini yang mudah diakses nelayan

Kunci Jawaban: E

25. Sumber energi yang dikembangkan dalam KNMP adalah…

A. Batu bara
B. Minyak bumi
C. Energi surya dan angin
D. Gas alam
E. Nuklir

Kunci Jawaban: C

26. Pengelolaan TPI di wilayah KNMP kurang transparan sehingga nelayan merasa harga ikan sering tidak sesuai dengan kondisi pasar. Langkah paling tepat adalah ....

A. Menutup sementara TPI
B. Membiarkan sistem berjalan seperti biasa
C. Mengganti seluruh petugas tanpa evaluasi
D. Menyerahkan pengelolaan ke pihak luar
E. Menerapkan sistem transparansi harga dan pencatatan terbuka

Kunci Jawaban: E

27. Fungsi utama Tempat Pelelangan Ikan (TPI) adalah…

A. Tempat penyimpanan ikan
B. Tempat jual beli ikan secara transparan
C. Tempat produksi ikan
D. Tempat ekspor
E. Tempat pelatihan

Kunci Jawaban: B

28. Teknologi untuk swasembada air di wilayah pesisir adalah…

A. Irigasi
B. Bendungan
C. Desalinasi air laut
D. Sumur bor
E. Waduk

Kunci Jawaban: C

29. Peran cold storage dalam industri perikanan adalah…

A. Mengolah ikan
B. Menyimpan ikan dalam suhu rendah
C. Menjual ikan
D. Mengemas ikan
E. Mengangkut ikan

Kunci Jawaban: B

30. Rantai dingin (cold chain) bertujuan untuk…

A. Mempercepat distribusi
B. Menjaga kesegaran dan kualitas ikan
C. Mengurangi biaya
D. Menambah produksi
E. Memperbesar kapal

Kunci Jawaban: B

31. Jika ada dua pelamar formasi KNMP yang memiliki nilai Tes Potensi Kognitif dan nilai Tes Manajemen Kelautan yang SAMA PERSIS, maka prioritas kelulusan selanjutnya ditentukan berdasarkan...

A. Nilai IPK tertinggi
B. Usia peserta tertua
C. Kepemilikan sertifikat kompetensi terkait kelautan dan perikanan
D. Pengalaman kerja di kapal
E. Hasil tes wawancara

Kunci Jawaban: C

32. Pabrik es dibutuhkan dalam sektor perikanan untuk…

A. Minuman
B. Pendinginan ikan hasil tangkapan
C. Produksi energi
D. Pengolahan ikan
E. Transportasi

Kunci Jawaban: B

33. Ekosistem hutan di wilayah pesisir yang sangat vital untuk menahan laju abrasi gelombang laut, serta menjadi nursery ground (tempat asuhan) bagi anak-anak ikan dan kepiting adalah...

A. Hutan Pinus Tropis
B. Padang Lamun
C. Terumbu Karang
D. Hutan Mangrove (Bakau)
E. Hutan Sabana

Kunci Jawaban: D

34. Overfishing adalah…

A. Penangkapan ikan dengan alat modern
B. Penangkapan ikan secara berlebihan
C. Penangkapan ikan secara tradisional
D. Budidaya ikan
E. Penangkapan ikan musiman

Kunci Jawaban: B

35. Sebuah wilayah pesisir mengalami konflik antara nelayan dan industri karena tidak adanya pengaturan ruang. Solusi terbaik adalah…

A. Menutup industri
B. Menerapkan zonasi wilayah pesisir
C. Mengurangi nelayan
D. Membiarkan konflik
E. Menutup akses laut

Kunci Jawaban: B

36. Contoh praktik illegal fishing adalah…

A. Memancing tradisional
B. Menggunakan pukat harimau
C. Budidaya ikan
D. Menanam mangrove
E. Pengolahan ikan

Kunci Jawaban: B

37. Manakah dari jabatan berikut yang BUKAN merupakan formasi yang dibutuhkan di KNMP?

A. Manajer Operasional
B. Kepala Produksi
C. Penjamin Mutu
D. Nakhoda Kapal Utama
E. Administrasi Keuangan

Kunci Jawaban: D

38. Dalam suatu wilayah pesisir, ditemukan praktik penangkapan ikan menggunakan pukat harimau yang menghasilkan tangkapan besar dalam waktu singkat, namun dalam beberapa tahun populasi ikan menurun drastis dan nelayan kecil mengalami kesulitan mendapatkan hasil tangkapan. Berdasarkan kondisi tersebut, apa analisis yang paling tepat?

A. Praktik tersebut meningkatkan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan
B. Pukat harimau tidak berdampak pada ekosistem laut
C. Terjadi eksploitasi berlebihan yang merusak habitat dan mengganggu keseimbangan ekosistem
D. Penurunan ikan disebabkan faktor cuaca semata
E. Nelayan kecil harus mengikuti metode tersebut

Kunci Jawaban: C

39. Swasembada Air di pesisir KNMP yang kesulitan air tawar biasanya diatasi dengan teknologi...

A. Hujan buatan harian
B. Membeli air galon besar-besaran
C. Desalinasi (Penyulingan air laut menjadi air tawar)
D. Menggali sumur artesis sedalam 1 km
E. Memompa air sungai kota

Kunci Jawaban: C

40. Sebuah desa nelayan mengalami penurunan hasil tangkapan akibat penggunaan bahan peledak (boom fishing) oleh sebagian oknum. Selain merusak terumbu karang, praktik ini juga memicu konflik antar nelayan. Dari sudut pandang manajerial KNMP, langkah paling strategis adalah…

A. Membiarkan praktik tersebut karena hasilnya tinggi
B. Mengganti alat tangkap dengan yang lebih modern tanpa aturan
C. Melakukan penegakan hukum, edukasi, dan pengawasan berkelanjutan
D. Memindahkan nelayan ke wilayah lain
E. Menutup akses laut

Kunci Jawaban: C

41. Hutan mangrove di suatu kawasan pesisir mulai berkurang akibat alih fungsi lahan menjadi tambak. Beberapa tahun kemudian terjadi abrasi pantai dan menurunnya populasi ikan. Berdasarkan kasus ini, apa fungsi utama mangrove yang paling relevan?

A. Sebagai sumber kayu
B. Sebagai tempat wisata
C. Sebagai pelindung pantai dan habitat biota laut
D. Sebagai lokasi industri
E. Sebagai tempat parkir kapal

Kunci Jawaban: C

42. Fasilitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di kawasan nelayan memiliki tujuan ekonomi utama, yaitu...

A. Menjadi tempat wisata kuliner
B. Memotong mata rantai tengkulak (sistem ijon) dan menciptakan harga jual ikan yang transparan dan bersaing
C. Menjual bahan bakar solar kepada nelayan
D. Tempat menyandarkan kapal pesiar
E. Menarik pajak liar dari nelayan

Kunci Jawaban: B

43. Dalam perencanaan zonasi wilayah pesisir, pemerintah menetapkan area tertentu sebagai zona konservasi, zona penangkapan, dan zona industri. Apa tujuan utama kebijakan zonasi tersebut dalam konteks KNMP?

A. Membatasi aktivitas nelayan
B. Mengatur pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan dan seimbang
C. Mengurangi produksi ikan
D. Meningkatkan konflik wilayah
E. Menghapus aktivitas ekonomi

Kunci Jawaban: B

44. Dalam proses distribusi ikan dari pelabuhan ke pasar, sering terjadi penurunan kualitas karena suhu tidak terjaga. Jika kondisi ini terus terjadi, dampak jangka panjang yang paling mungkin adalah…

A. Harga ikan meningkat stabil
B. Kepercayaan pasar menurun dan kerugian ekonomi meningkat
C. Produksi ikan bertambah
D. Nelayan semakin sejahtera
E. Tidak ada dampak signifikan

Kunci Jawaban: B

45. Sebuah koperasi nelayan ingin menembus pasar ekspor, namun produknya sering ditolak karena tidak memenuhi standar keamanan pangan. Dalam hal ini, penerapan HACCP menjadi penting karena…

A. Mengurangi jumlah produksi
B. Menjamin keamanan pangan melalui identifikasi titik kritis
C. Meningkatkan harga ikan secara langsung
D. Mengurangi tenaga kerja
E. Menghilangkan proses produksi

Kunci Jawaban: B

46. Sebuah desa nelayan hanya menjual ikan mentah tanpa pengolahan. Ketika harga ikan turun, pendapatan nelayan juga menurun drastis. Berdasarkan konsep hilirisasi, solusi terbaik adalah…

A. Mengurangi jumlah tangkapan
B. Mengolah ikan menjadi produk bernilai tambah
C. Menutup usaha
D. Menjual ke tengkulak
E. Menghentikan distribusi

Kunci Jawaban: B

47. Kegiatan pemeliharaan, pembesaran, dan pembiakan biota laut di kawasan pesisir (seperti tambak udang atau keramba jaring apung) dikenal dengan istilah tata kelola...

A. Agrikultur
B. Silvikultur
C. Hortikultura
D. Akuakultur (Budi daya perairan)
E. Monokultur

Kunci Jawaban: D

48. Dalam upaya meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan, sebuah kelompok nelayan mulai memproduksi abon dan sarden ikan. Dampak strategis dari langkah ini adalah…

A. Mengurangi kualitas ikan
B. Menambah nilai jual dan memperluas pasar
C. Mengurangi tenaga kerja
D. Menurunkan produksi
E. Menghilangkan pasar lokal

Kunci Jawaban: B

49. Di suatu wilayah, nelayan terjebak dalam sistem ijon, di mana mereka harus menjual hasil tangkapan dengan harga rendah kepada tengkulak. Dampak utama dari sistem ini adalah…

A. Nelayan menjadi mandiri
B. Nelayan mengalami ketergantungan ekonomi
C. Harga ikan stabil
D. Produksi meningkat
E. Pasar menjadi luas

Kunci Jawaban: B

50. Untuk menjaga pasokan ikan tetap segar dan bernilai jual tinggi sebelum didistribusikan, infrastruktur paling krusial yang harus dikelola di kawasan KNMP adalah...

A. Galangan kapal
B. Cold Storage (Ruang pendingin)
C. Greenhouse
D. Pompa bensin
E. Pabrik jaring

Kunci Jawaban: B

51. Seorang nelayan mengalami kecelakaan kerja di laut dan tidak memiliki perlindungan finansial. Dalam konteks pemberdayaan, pentingnya asuransi nelayan adalah…

A. Menambah biaya operasional
B. Memberikan perlindungan risiko dan jaminan sosial
C. Mengurangi hasil tangkapan
D. Membatasi aktivitas nelayan
E. Menghilangkan pendapatan

Kunci Jawaban: B

52. Sebagai Manajer KNMP, strategi paling efektif untuk memutus sistem ijon adalah…

A. Membiarkan sistem berjalan
B. Menguatkan koperasi dan akses pembiayaan resmi
C. Mengurangi produksi ikan
D. Menutup akses pasar
E. Meningkatkan hutang nelayan

Kunci Jawaban: B

53. Dalam pengelolaan koperasi pesisir, transparansi menjadi faktor penting. Jika tidak transparan, dampak yang paling mungkin terjadi adalah…

A. Kepercayaan anggota meningkat
B. Konflik internal dan menurunnya partisipasi anggota
C. Produksi meningkat
D. Harga stabil
E. Tidak ada dampak

Kunci Jawaban: B

54. Dalam rantai dingin, kegagalan menjaga suhu dapat menyebabkan kerusakan ikan. Apa analisis terbaik terhadap pentingnya sistem ini?

A. Tidak penting dalam distribusi
B. Menentukan kualitas dan daya tahan produk hingga konsumen
C. Hanya untuk ekspor
D. Hanya untuk penyimpanan
E. Tidak berpengaruh pada harga

Kunci Jawaban: B

55. Sebuah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) tidak berjalan optimal karena adanya praktik monopoli oleh tengkulak. Sebagai manajer, langkah yang paling tepat adalah…

A. Membiarkan kondisi tersebut
B. Menerapkan sistem lelang terbuka dan transparan
C. Menutup TPI
D. Mengurangi nelayan
E. Menghapus lelang

Kunci Jawaban: B

56. Di dalam KNMP, jabatan yang bertanggung jawab atas tata kelola arus kas, penyusunan laporan keuangan kawasan, dan pembukuan adalah...

A. Manajer Operasional
B. Kepala Produksi
C. Penjamin Mutu
D. Administrasi Keuangan
E. Pengawas Koperasi

Kunci Jawaban: D

57. Sebuah desa pesisir mulai mengembangkan energi angin untuk kebutuhan listrik nelayan. Dalam konteks KNMP, langkah ini termasuk dalam…

A. Swasembada pangan
B. Swasembada energi
C. Swasembada air
D. Konservasi laut
E. Hilirisasi

Kunci Jawaban: B

58. Dalam jangka panjang, keberhasilan KNMP sangat bergantung pada…

A. Bantuan pemerintah saja
B. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan teknologi
C. Produksi ikan besar saja
D. Pengurangan nelayan
E. Penutupan akses laut

Kunci Jawaban: B

59. Praktik pencurian ikan oleh kapal asing tanpa izin resmi di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia disebut...

A. Overfishing
B. Illegal Fishing
C. Destructive Fishing
D. Traditional Fishing
E. Sport Fishing

Kunci Jawaban: B

60. Dalam jangka panjang, keberhasilan program KNMP sangat bergantung pada…

A. Bantuan pemerintah saja
B. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan kelembagaan ekonomi
C. Produksi ikan besar saja
D. Penggunaan teknologi tanpa SDM
E. Pengurangan nelayan

Kunci Jawaban: B

61. Apa yang dimaksud dengan konsep Traceability (Ketertelusuran) dalam manajemen ekspor produk kelautan?

A. Kemampuan melacak asal-usul ikan, mulai dari lokasi penangkapan, kapal penangkap, hingga proses pengolahannya
B. Kemampuan mendeteksi pergerakan kapal selam
C. Sistem pelacakan cuaca maritim
D. Menghitung jumlah nelayan di suatu desa
E. Melacak aliran dana korupsi kelautan

Kunci Jawaban: A

62. Kualifikasi pendidikan yang disyaratkan untuk melamar posisi Manajer Operasional KNMP adalah...

A. Minimal SMA/SMK sederajat
B. D-III Kelautan saja
C. D-IV atau S-I dari semua jurusan
D. S-2 Manajemen Bisnis
E. Khusus lulusan Akademi Militer

Kunci Jawaban: C

63. Dalam implementasi kebijakan KNMP, sebuah desa pesisir memiliki potensi besar hasil tangkapan ikan, tetapi masih bergantung pada pasokan listrik dari luar wilayah yang sering mengalami gangguan. Dalam konteks swasembada energi, strategi paling tepat yang dapat dilakukan adalah…

A. Menambah kapal tangkap ikan
B. Mengembangkan energi terbarukan seperti tenaga surya atau angin
C. Mengurangi aktivitas nelayan
D. Mengimpor energi dari luar negeri
E. Menutup aktivitas pelabuhan

Kunci Jawaban: B

64. Sebuah kawasan pesisir memiliki potensi air laut melimpah, namun masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. Dalam kerangka kebijakan KNMP, solusi strategis yang paling tepat adalah…

A. Membangun bendungan air tawar
B. Mengimpor air dari daerah lain
C. Mengembangkan teknologi desalinasi
D. Mengurangi jumlah penduduk
E. Menutup akses laut

Kunci Jawaban: C

65. Ikan laut merupakan komoditas yang sangat penting dalam program pangan nasional karena merupakan sumber utama...

A. Karbohidrat kompleks
B. Vitamin C
C. Protein hewani dan asam lemak Omega-3
D. Lemak trans
E. Kalsium karbonat

Kunci Jawaban: C

66. Dalam operasional pelabuhan ikan, sering terjadi praktik jual beli langsung antara nelayan dan tengkulak tanpa melalui Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Dampak utama dari kondisi ini adalah…

A. Harga ikan lebih stabil
B. Transparansi harga menurun dan merugikan nelayan
C. Produksi ikan meningkat
D. Distribusi lebih cepat
E. Tidak ada dampak signifikan

Kunci Jawaban: B

67. Salah satu cara memberdayakan nelayan pesisir adalah dengan melakukan "Hilirisasi Perikanan". Apa makna istilah tersebut?

A. Memindahkan nelayan dari hulu sungai ke laut
B. Menjual ikan segar langsung ke luar negeri
C. Mengolah ikan mentah menjadi produk turunan bernilai tambah (misal: sarden, tepung ikan, abon)
D. Membatasi jumlah tangkapan ikan harian
E. Membeli kapal dari luar negeri

Kunci Jawaban: C

68. Sebuah TPI mengalami penurunan aktivitas karena fasilitasnya tidak memadai dan sistem lelang tidak transparan. Sebagai manajer KNMP, langkah strategis yang paling tepat adalah…

A. Menutup TPI
B. Meningkatkan fasilitas dan menerapkan sistem lelang digital
C. Membiarkan kondisi tersebut
D. Mengurangi jumlah nelayan
E. Menghapus sistem lelang

Kunci Jawaban: B

69. Dalam rantai distribusi ikan, ditemukan bahwa sebagian besar produk mengalami penurunan kualitas sebelum sampai ke konsumen akibat tidak terjaganya suhu. Analisis yang paling tepat adalah…

A. Produksi ikan terlalu banyak
B. Sistem cold chain tidak berjalan optimal
C. Nelayan kurang pengalaman
D. Harga ikan terlalu rendah
E. Distribusi terlalu cepat

Kunci Jawaban: B

70. Untuk memberdayakan nelayan dan melepaskan mereka dari jeratan kemiskinan, pemerintah mendorong penghapusan Sistem ljon. Apa itu sistem ijon?

A. Sistem penangkapan ikan dengan jaring warna hijau
B. Sistem bagi hasil 50:50 antara nakhoda dan ABK
C. Praktik pinjaman lintah darat di mana nelayan meminjam modal awal, namun wajib menjual tangkapannya kepada si pemberi utang dengan harga sangat murah
D. Sistem lelang ikan secara online
E. Asuransi jiwa untuk nelayan

Kunci Jawaban: C

71. Sebuah koperasi nelayan ingin meningkatkan daya saing produk dengan menjaga kualitas ikan sejak penangkapan hingga distribusi. Strategi yang paling tepat adalah…

A. Mengurangi jumlah tangkapan
B. Mengoptimalkan sistem cold storage dan transportasi berpendingin
C. Menjual ikan lebih cepat tanpa pengolahan
D. Mengurangi tenaga kerja
E. Mengandalkan tengkulak

Kunci Jawaban: B

72. Pada bulan-bulan tertentu, cuaca buruk dan ombak besar membuat nelayan kecil tidak bisa melaut sama sekali, sehingga ekonomi mereka lumpuh. Periode ini biasa disebut...

A. Musim Panen Raya
B. Musim Semi Kelautan
C. Musim Peralihan (Pancaroba)
D. Musim Paceklik / Musim Angin Barat
E. Musim Timur

Kunci Jawaban: D

73. Upaya pelestarian kawasan laut yang dilakukan dengan cara menghentikan sementara aktivitas penangkapan ikan di perairan tertentu agar ikan bisa memijah (bertelur) disebut...

A. Budi daya jaring apung
B. Penutupan musim penangkapan (Closed Season / Closed Area)
C. Open access
D. Ocean cleaning
E. Reklamasi pantai

Kunci Jawaban: B

74. Dalam suatu wilayah pesisir, praktik illegal fishing oleh kapal asing menyebabkan kerugian besar bagi nelayan lokal. Dampak utama dari kondisi ini adalah…

A. Produksi meningkat
B. Penurunan sumber daya ikan dan kerugian ekonomi
C. Harga ikan stabil
D. Nelayan menjadi sejahtera
E. Tidak ada dampak

Kunci Jawaban: B

75. Sebagai Manajer KNMP, langkah strategis untuk mengatasi illegal fishing adalah…

A. Membiarkan aktivitas tersebut
B. Meningkatkan pengawasan dan koordinasi dengan aparat penegak hukum
C. Mengurangi jumlah nelayan lokal
D. Menutup wilayah laut
E. Menghentikan produksi ikan

Kunci Jawaban: B

76. Berdasarkan standar pengelolaan sumber daya kelautan, nelayan tradisional berskala kecil biasanya didefinisikan menggunakan kapal berkapasitas...

A. Di bawah 5 GT (Gross Tonnage)
B. 10-30 GT
C. 50-100 GT
D. Di atas 100 GT
E. Kapal mesin uap

Kunci Jawaban: A

77. Lulusan seleksi SDM KNMP 2026, sebelum diterjunkan ke 1.369 titik pesisir, diwajibkan mengikuti pelatihan pembentukan karakter yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan. Pelatihan tersebut dinamakan...

A. Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil
B. Pelatihan Manajemen Bisnis Kelautan
C. Pelatihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan
D. Pelatihan Selam Tempur Angkatan Laut
E. Sekolah Usaha Perikanan Menengah

Kunci Jawaban: C

78. Tugas krusial dari seorang "Penjamin Mutu" (Quality Control) di kawasan KNMP adalah...

A. Menghitung SHU (Sisa Hasil Usaha) untuk nelayan
B. Memastikan bahwa ikan hasil tangkapan memenuhi standar higienitas, kesegaran, dan keamanan pangan
C. Mengawasi absensi karyawan KNMP
D. Memperbaiki jaring dan mesin kapal yang rusak
E. Mencari investor dari luar negeri

Kunci Jawaban: B

79. Sebuah kawasan pesisir mengalami kerusakan ekosistem akibat penggunaan alat tangkap destruktif. Dalam jangka panjang, dampak yang paling mungkin terjadi adalah…

A. Peningkatan hasil tangkapan
B. Penurunan keanekaragaman hayati dan hasil tangkapan
C. Stabilitas ekosistem
D. Peningkatan kualitas ikan
E. Tidak ada perubahan

Kunci Jawaban: B

80. Dalam pengelolaan wilayah pesisir, kebijakan zonasi yang tidak jelas dapat menyebabkan konflik antar pengguna sumber daya. Analisis yang paling tepat adalah…

A. Zonasi tidak diperlukan
B. Zonasi penting untuk mengatur pemanfaatan ruang dan mencegah konflik
C. Zonasi hanya untuk industri
D. Zonasi menghambat produksi
E. Zonasi tidak berpengaruh

Kunci Jawaban: B

81. Penangkapan ikan yang melebihi batas kemampuan reproduksi/pemulihan populasi alami laut disebut dengan istilah...

A. Illegal Fishing
B. Overfishing
C. Unreported Fishing
D. Trawling
E. Aquaculture

Kunci Jawaban: B

82. Sebuah perusahaan pengolahan ikan ingin mengekspor produknya, tetapi gagal memenuhi standar internasional. Dalam konteks ini, peran HACCP adalah…

A. Mengurangi produksi
B. Mengidentifikasi dan mengendalikan risiko keamanan pangan
C. Menentukan harga
D. Mengatur distribusi
E. Mengurangi tenaga kerja

Kunci Jawaban: B

83. Sebuah desa nelayan mengalami fluktuasi harga ikan yang tinggi karena hanya menjual ikan mentah. Dalam konteks hilirisasi, solusi terbaik adalah…

A. Mengurangi produksi
B. Mengolah ikan menjadi produk bernilai tambah
C. Menutup pasar
D. Menjual ke luar negeri saja
E. Menghentikan usaha

Kunci Jawaban: B

84. Dalam proses produksi ikan olahan, kualitas bahan baku sangat menentukan hasil akhir. Strategi yang paling tepat untuk menjaga kualitas adalah…

A. Menggunakan ikan apa saja
B. Mengontrol kualitas sejak tahap penangkapan
C. Mengurangi proses produksi
D. Menyimpan tanpa pendingin
E. Mengurangi distribusi

Kunci Jawaban: B

85. Dalam jangka panjang, hilirisasi produk perikanan akan memberikan dampak…

A. Penurunan nilai ekonomi
B. Peningkatan nilai tambah dan daya saing
C. Penurunan produksi
D. Pengurangan tenaga kerja
E. Tidak ada dampak

Kunci Jawaban: B

86. Pengaturan Zonasi Pesisir dalam tata ruang laut bertujuan untuk...

A. Membagi laut untuk dijual ke swasta
B. Mencegah abrasi pantai
C. Memisahkan jalur kapal selam dan kapal pesiar
D. Mengalokasikan ruang laut secara seimbang antara fungsi konservasi, pemanfaatan ekonomi (penangkapan), dan budi daya
E. Menentukan batas negara tetangga

Kunci Jawaban: D

87. Salah satu bentuk manajemen risiko untuk melindungi keselamatan jiwa nelayan dari ancaman cuaca buruk dan kecelakaan laut adalah dengan mengikutsertakan mereka dalam program...

A. Subsidi BBM khusus
B. Asuransi Nelayan (contoh: BPJS Ketenagakerjaan)
C. Bantuan Langsung Tunai
D. Kredit Usaha Rakyat (KUR)
E. Program Transmigrasi

Kunci Jawaban: B

88. Nelayan di suatu desa terjebak dalam sistem ijon yang menyebabkan mereka selalu menjual hasil tangkapan dengan harga rendah. Analisis yang paling tepat adalah…

A. Sistem ini menguntungkan nelayan
B. Terjadi ketergantungan ekonomi pada tengkulak
C. Harga ikan stabil
D. Produksi meningkat
E. Tidak ada masalah

Kunci Jawaban: B

89. Mengapa penggunaan bom ikan (boom fishing) dan racun potasium sangat ditentang dalam manajemen kelautan berkelanjutan?

A. Karena biayanya sangat mahal bagi nelayan kecil
B. Karena menghasilkan tangkapan ikan yang terlalu banyak
C. Karena menghancurkan ekosistem terumbu karang yang merupakan habitat dan tempat pemijahan ikan
D. Karena membuat air laut menjadi tawar
E. Karena suaranya mengganggu kapal komersial

Kunci Jawaban: B

90. Strategi paling efektif untuk membebaskan nelayan dari sistem ijon adalah…

A. Menambah hutang
B. Mengembangkan koperasi dan akses pembiayaan formal
C. Mengurangi produksi
D. Menutup pasar
E. Menghentikan usaha

Kunci Jawaban: B

91. Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan, program asuransi menjadi penting karena…

A. Menambah beban biaya
B. Memberikan perlindungan terhadap risiko kerja
C. Mengurangi hasil tangkapan
D. Membatasi aktivitas
E. Tidak berpengaruh

Kunci Jawaban: B

92. Sertifikasi standar manajemen keamanan pangan internasional yang bersifat preventif (mencegah bahaya biologis, kimiawi, dan fisik) dalam industri pengolahan perikanan adalah...

A. ISO 14001
B. SNI Bangunan
C. HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points)
D. AMDAL
E. STNK Kapal

Kunci Jawaban: C

93. Sebuah koperasi pesisir mengalami penurunan kepercayaan anggota karena laporan keuangan tidak transparan. Dampak utama dari kondisi ini adalah…

A. Kepercayaan meningkat
B. Partisipasi anggota menurun
C. Produksi meningkat
D. Harga stabil
E. Tidak ada dampak

Kunci Jawaban: B

94. Dalam operasional KNMP, pabrik es balok/es curah biasanya dibangun terintegrasi di kawasan pelabuhan untuk mendukung sistem...

A. Penyejukan ruangan kantor
B. Konsumsi minuman karyawan
C. Rantai Dingin (Cold Chain) sebagai bekal nelayan melaut agar ikan tetap segar
D. Pendinginan mesin kapal besar
E. Pembuatan hujan buatan

Kunci Jawaban: C

95. Dalam struktur kelembagaan KNMP, peran "Kepala Produksi" sangat menitikberatkan pada...

A. Memasarkan ikan ke supermarket
B. Mengelola manajemen bongkar muat ikan, proses pengolahan (hilirisasi), dan efisiensi pabrik kawasan
C. Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB)
D. Mengendarai truk distribusi ikan
E. Menjadi pembawa acara saat pelelangan

Kunci Jawaban: B

96. Sebagai manajer KNMP, langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan anggota koperasi adalah…

A. Menutup laporan keuangan
B. Menerapkan transparansi dan akuntabilitas
C. Mengurangi anggota
D. Menghapus koperasi
E. Mengurangi kegiatan

Kunci Jawaban: B

97. Mengapa penggunaan bom ikan (boom fishing) dan racun potasium sangat ditentang dalam manajemen kelautan berkelanjutan?

A. Karena biayanya sangat mahal bagi nelayan kecil
B. Karena menghasilkan tangkapan ikan yang terlalu banyak
C. Karena menghancurkan ekosistem terumbu karang yang merupakan habitat dan tempat pemijahan ikan
D. Karena membuat air laut menjadi tawar
E. Karena suaranya mengganggu kapal komersial

Kunci Jawaban: C

98. Dalam pengelolaan pelabuhan perikanan, efisiensi operasional sangat penting. Jika proses bongkar muat lambat, dampaknya adalah…

A. Kualitas ikan meningkat
B. Penurunan kualitas ikan dan kerugian ekonomi
C. Produksi meningkat
D. Harga stabil
E. Tidak ada dampak

Kunci Jawaban: B

99. Sebuah desa pesisir mengembangkan pembangkit listrik tenaga angin untuk mendukung aktivitas nelayan. Dalam konteks KNMP, hal ini merupakan bagian dari…

A. Swasembada pangan
B. Swasembada energi
C. Swasembada air
D. Konservasi laut
E. Hilirisasi

Kunci Jawaban: B

100. Sesuai target Swasembada Energi di KNMP, sumber energi listrik terbarukan yang paling rasional untuk diinstalasi secara mandiri di pesisir adalah...

A. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Mini
B. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara
C. Panel Surya (Solar Cell) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin
D. Generator berbahan bakar Bensin
E. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bendungan

Kunci Jawaban: C

*) Disclaimer: Soal-soal di atas hanya digunakan sebagai bahan latihan dan bukan soal sebenarnya yang akan diujikan.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas