Tabrakan KA Argo Anggrek dan KRL Bikin Warga di Belakang Stasiun Bekasi Timur Syok dan Takut
Ia mengaku sulit melupakan pemandangan para penumpang yang terluka dan tergeletak di lokasi kejadian rasa takut masih dirasakannya hingga sekarang ini
Editor:
willy Widianto
Ringkasan Berita:
- Sebagai warga yang tinggal sangat dekat dengan rel kereta, Nafia berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
- Nafia mengatakan rasa takut masih dirasakannya bahkan setelah proses evakuasi berlangsung.
- Selama tinggal di dekat stasiun, ia belum pernah melihat peristiwa sebesar itu sebelumnya.
Ā
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line Cikarang pada Senin(27/4/2026) membuat trauma warga sekitar. Salah satunya Nafia(19) yang rumahnya persis berada di belakang Stasiun Bekasi Timur lokasi kejadian tabrakan.
Baca juga: Stasiun Bekasi Timur Mulai Layani Penumpang, KRL Lintas BekasiāCikarang Beroperasi Lagi
Saat kecelakaan terjadi kata Nafia dirinya melihat langsung suasana mencekam sesaat setelah tabrakan terjadi. Menurut Nafia, suara benturan keras membuat warga sekitar langsung keluar rumah untuk melihat kondisi di stasiun Bekasi Timur.
Tak lama setelah itu, para penumpang terlihat berhamburan keluar dari dalam gerbong sambil berteriak meminta pertolongan.
Nafia mengungkapkan, sebagian korban tampak dalam kondisi lemas dan mengalami luka setelah berhasil keluar dari dalam kereta.
Ia juga melihat beberapa orang terbaring di sekitar lokasi kejadian karena tidak mampu berjalan akibat cedera.
Pemandangan tersebut membuat dirinya merasa syok dan ketakutan.
"Iya, terus abis itu saya langsung udah, saya nggak mau lihat lagi terus saya masuk ke dalem. Soalnya saya takut, gemetar begitu, lemas," kata Nafia kepada Tribun, dikutip Rabu (29/4/2026).
Meski merasa takut, Nafia sempat memperhatikan bagaimana warga sekitar berusaha membantu para korban.
Baca juga: Dalami Unsur Kelalaian dan Gangguan Teknis, Masinis dan Sopir Taksi Hijau Diperiksa Polisi
Beberapa warga terlihat menuntun penumpang keluar dari gerbong dan membawa mereka ke tempat yang lebih aman.
Suasana di area stasiun saat itu dipenuhi teriakan minta tolong dan tangisan dari para korban.
Menurut Nafia, kondisi tersebut membuat situasi di sekitar stasiun menjadi sangat panik dan mencekam.
Ia menuturkan, kejadian tersebut merupakan pengalaman pertama baginya menyaksikan kecelakaan kereta api dengan korban dalam jumlah banyak.
Selama tinggal di dekat stasiun, ia belum pernah melihat peristiwa sebesar itu sebelumnya.
Nafia mengatakan rasa takut masih dirasakannya bahkan setelah proses evakuasi berlangsung.
Baca tanpa iklan