Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hari Pendidikan Nasional Diperingati Kapan? Apakah saat Hardiknas Libur?

Hardiknas diperingati setiap 2 Mei untuk mengenang jasa Ki Hajar Dewantara sebagai pelopor pendidikan Indonesia, simak sejarah dan penjelasannya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Hari Pendidikan Nasional Diperingati Kapan? Apakah saat Hardiknas Libur?
Tribunnews.com/Sri Juliati
TANGGAL DI KALENDER - Foto yang menunjukkan tanggal pada kalender, diambil pada Kamis (1/4/2025). Simak sejarah dan penjelasan tentang Hari Pendidikan Nasional 2026. 

TRIBUNNEWS.COM - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap tanggal 2 Mei.

Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang jasa tokoh pelopor pendidikan nasional, yaitu Ki Hajar Dewantara.

Tanggal 2 Mei juga ditetapkan sebagai Hardiknas, karena bertepatan dengan hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara.

Melalui peringatan Hardiknas, masyarakat diajak untuk kembali menumbuhkan semangat belajar, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menghargai perjuangan para guru dan tenaga pendidik di Indonesia.

Pada tahun ini, Hardiknas jatuh pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Baca juga: 8 Teks Doa Upacara Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026, Cocok Dibacakan saat Upacara Hardiknas

Apakah Saat Hardiknas Libur?

Pemerintah menetapkan Hari Pendidikan Nasional sebagai hari nasional sejak 16 Desember 1959.

Ketetapan ini ditulis dalam Keppres No. 316 Tahun 1959.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, Hardiknas tidak masuk dalam daftar hari libur nasional.

Ketentuan ini juga mengacu pada daftar hari libur nasional dan cuti bersama yang ditetapkan pemerintah setiap tahunnya. 

Meskipun Hardiknas diperingati secara nasional setiap 2 Mei, kegiatan sekolah, perkantoran, dan aktivitas pemerintahan umumnya tetap berjalan seperti biasa.

Di sejumlah sekolah biasanya diadakan upacara bendera, lomba edukatif, hingga kegiatan bertema pendidikan untuk memperingati Hardiknas.

Baca juga: Teks Ikrar Pelajar Indonesia Dibacakan di Upacara Hardiknas 2 Mei 2026

Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Ki Hadjar Dewantara memiliki nama asli RM Suwardi Suryaningrat.

Ia lahir dari keluarga ningrat di Yogyakarta, 2 Mei 1889. 

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, Ki Hadjar Dewantara melanjutkan pendidikan di STOVIA.

Sayangnya karena sakit, ia tidak dapat menyelesaikan pendidikan dan bekerja menjadi seorang wartawan.

Ia bekerja menjadi wartawan di beberapa media surat kabar, seperti De Express, Utusan Hindia, dan Kaum Muda.

Pada masa kolonialisme Belanda, Ki Hadjar Dewantara dikenal karena keberaniannya menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda.

Pada masa itu, pendidikan hanya diperuntukan bagi anak-anak kelahiran Belanda atau kaum priyayi saja.

Baca juga: Momen Hardiknas, Prabowo di Tengah Murid SD, Saksikan Pembelajaran dengan Smart TV dari Pemerintah

Dikutip dari nationalgeographic.grid.id, karena kritikya tersebut, ia diasingkan ke Belanda bersama dua rekannya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo.

Kemudian mereka bertiga dikenal sebagai tokoh "Tiga Serangkai".

Lalu setelah kembali ke Indonesia, Ki Hadjar Dewantara berinisiatif mendirikan sebuah lembaga pendidikan Nationaal Onderwijs Instituut Taman siswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa.

Ketika mendirikan Taman siswa sekaligus mengajar di sekolah tersebut, Ki Hajar Dewantara menciptakan tiga semboyan bagi para guru atau pengajar.

Semboyan yang ia buat terdiri dari tiga poin yang ditulis dalam bahasa Jawa.

Semboyan tersebut diciptakan sebagai pedoman bagi guru atau pengajar saat membimbing murid-muridnya dalam hal pembelajaran.

Semboyan tersebut adalah "ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani".

Semboyan tersebut jika diartikan menjadi "di depan menjadi contoh atau panutan, di tengah memberi atau membangun semangat, niat, maupun kemauan, di belakang memberikan semangat atau dorongan".

Hingga kini, semboyan dari Ki Hadjar Dewantara tersebut masih digunakan di kalangan pendidikan Indonesia.

Kemudian Ki Hadjar Dewantara juga sempat diangkat sebagai menteri pendidikan setelah kemerdekaan Indonesia.

Ki Hadjar Dewantara wafat pada tanggal 26 April 1959.

Maka untuk menghormati jasanya terhadap dunia pendidikan, pemerintah kemudian menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional pada tahun 1959.

Peringatan Hari Pendidikan (Hardiknas) hingga saat ini diperingati setiap tanggal 2 Mei, umumnya dengan mengadakan upacara bendera atau beberapa acara lainnya.

Meski menjadi peringatan nasional penting, Hardiknas bukan termasuk hari libur nasional sehingga kegiatan belajar dan bekerja umumnya tetap berlangsung seperti biasa.

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas