Gandeng Sudirman Said, PKS Bedah Mitigasi Krisis Energi Global di Forum IQRO
Eskalasi konflik di Timur Tengah bukan sekadar isu mancanegara, melainkan ancaman nyata bagi ketahanan energi di dapur masyarakat Indonesia.
Editor:
Dodi Esvandi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Eskalasi konflik di Timur Tengah bukan sekadar isu mancanegara, melainkan ancaman nyata bagi ketahanan energi di dapur masyarakat Indonesia.
Merespons situasi tersebut, PKS menggelar Forum IQRO edisi kedua bertajuk "Perang di Timur Tengah: Dampak dan Solusi Hadapi Krisis Energi" di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Kamis (30/04/2026).
Forum ini bukan sekadar diskusi meja bundar.
PKS berupaya membedah mitigasi krisis dengan menghadirkan para pakar, mulai dari mantan Menteri ESDM Sudirman Said, Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM Hendra Iswahyudi, hingga Ketua DPP PKS Bidang Energi, Agus Ismail.
Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, menegaskan bahwa diskusi ini merupakan kado krusial dalam rangkaian Milad ke-24 PKS.
Menurutnya, diskusi ini bukan sekadar perayaan, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat ketahanan ekonomi, energi, dan pangan.
“Ini bukan hanya perayaan milad, tetapi gerakan rakyat semesta untuk membangun ketahanan ekonomi, energi, dan pangan,” ujar Kholid.
Baca juga: Rayakan Milad ke-24, PKS Ajak Kader Wujudkan Ketahanan Pangan dari Pekarangan Rumah
Komitmen Menjadi "Part of Solution"
Kholid menjelaskan bahwa posisi PKS dalam menanggapi isu energi sangat jelas: menjadi bagian dari solusi.
Di tengah ancaman kenaikan harga energi akibat konflik global, PKS ingin memastikan bahwa ada jalan keluar konkret yang bisa ditawarkan kepada pemerintah dan masyarakat.
"PKS berkomitmen menjadi part of solution. Kami ingin memberikan usulan dan jalan keluar yang nyata di situasi sulit ini," tambahnya.
Melalui forum ini, PKS berharap narasi yang terbangun bukan sekadar kekhawatiran akan krisis, melainkan semangat kolaborasi untuk menjaga Indonesia tetap berdaya di tengah guncangan peradaban global.
Baca tanpa iklan