Aksi May Day di DPR, Massa Buruh dan Mahasiswa Bawa Replika Presiden AS Rantai Sosok Berdasi
Massa aksi juga terlihat membawa sosok replika Presiden AS Donald Trump mengenakan jas serta bendera AS pada lengan kanan.
Penulis:
Danang Triatmojo
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
- Massa aksi May Day 2026 yang terdiri dari serikat buruh dan mahasiswa telah berkumpul di depan gerbang utama Kompleks Parlemen
- Jalan Gatot Subroto ditutup bagi kendaraan yang mau melintas menuju Slipi
- Buruh menyuarakan agar aparat keamanan menyetop tindakan represif hingga kriminalisasi terhadap para aktivis buruh
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Massa aksi May Day 2026 yang terdiri dari serikat buruh dan mahasiswa telah berkumpul di depan gerbang utama Kompleks Parlemen DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (1/5/2026) siang.
Para buruh membawa atribut, mengenakan seragam warna merah, membawa spanduk tuntutan, bendera, serta lima unit mobil komando.
Beberapa lainnya juga terlihat membawa poster wajah tokoh revolusioner Kuba, Che Guevara; dan aktivis sekaligus pahlawan nasional buruh, Marsinah.
Selain itu, massa aksi juga terlihat membawa sosok replika Presiden AS Donald Trump mengenakan jas serta bendera AS pada lengan kanan.
Ia memegang rantai, di mana pada ujung rantai lainnya mengikat leher dari replika sosok berdasi dan jas, serta memakai peci dengan celana loreng yang mirip dengan Presiden RI Prabowo Subianto.
Baca juga: Pengamat Hendri Satrio Soal Prabowo Hadir di May Day 2026: Harus Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi
Di sisi lain, ada sebuah rudal besar berwarna merah yang digotong beberapa peserta aksi.
Massa yang membludak membuat di Jalan Gatot Subroto ditutup bagi kendaraan yang mau melintas menuju Slipi.
Namun ruas tol Jalan S Parman masih terbuka normal untuk kendaraan.
Adapun sejumlah tuntutan yang disuarakan para buruh, di antaranya tentang aturan ketenagakerjaan yang dinilai masih sangat merugikan para buruh.
Baca juga: Peringatan May Day Diharapkan Berlangsung Tertib demi Kepentingan Bersama
Khususnya dari sisi upah, pesangon, hingga status kerja para pekerja.
"Kita mendesak pemerintah, DPR, perbaiki kebijakan ketenagakerjaan," ujar orator dari atas mobil komandonya, Jumat (1/5/2026).
Para buruh juga menyuarakan agar aparat keamanan menyetop tindakan represif hingga kriminalisasi terhadap para aktivis buruh yang hingga kini masih kerap terjadi.
Baca tanpa iklan