10 Puisi Hari Pendidikan Nasional Karya Sastrawan Indonesia
Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 dapat diperingati dengan membaca puisi bertema pendidikan. Berikut kumpulan puisi untuk Hari Pendidikan Nasional.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Whiesa Daniswara
Karya: Ni Nengah Restari
Senyum terukir tipis
Menghias bibir yang manis
Langkah demi langkah berpijak
Mengejar angan yang bijak
Sejuta harapan kurengkuh
Laksa rintangan kutempuh
Laksa menuju kemenangan
Menggapai impian
Riang gembira jalan hidup
Hati ikhlas bahagia datang
Perjuangan dan doa penuh ikhlas
Bawa berkah yang berlimpah
Sekolah di Pulau Kelapa
Karya: Imam Budiman
sebuah sekolah-sedikit daratan
halamannya laut dan langit terbentang sejauh mata menghadang di batas lazuardi.
tiada roda empat, pula jalan aspal motor matik melupakan masa lalu menanggalkan spion kepalanya.
pada jam istirahat, ditambatkan kapal mesin dan perahu milik nelayan. seragam hari senin disapu terik, anak-anak berebut membeli jajan kepada seorang perempuan muda bermata indah penjual mie instan dadakan
di kejauhan seorang guru berwajah datar memantau di depan pagar-barangkali menyimpan amarah, mungkin pula sedikit kesepian.
Suara Murid Masa Kini
Karya Pipit Sriwulan
Inginku bebas inginku lepas
Terserah air mengalir ke mana
Melewati pasir, lembah dan telaga
Berlari sekuat-kuatnya yang tanpa batas
Kebebasan mengolah cipta, rasa, dan karya itu hak kami
Tuk memupuk sejuta potensi yang terpatri di sanubari
Maka waktu, ilmu dan maju akan tumbuh dalam diri
Kemerdekaan dalam bermain dan belajar haruslah ditaati
Dukunglah kami, bimbinglah kami
Menggapai keemasan sebagai wujud dari mimpi
Doakan kami, agar tiada jalan yang tak pantas tuk dilalui
Kami hanyalah seekor semut yang pantas tuk disayangi
Sungguh pendidikan adalah pusaka
Harus selalu dijaga kemurnian dan keutuhannya
Mengayomi, memfasilitasi mencetak generasi
sesuai keyakinan falsafah negeri Menopang kuat kemajuan negara,
berakarkan budaya Indonesia
Diponegoro
Karya Chairil Anwar
Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditinda(s)
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
1943
Bintang
Karya Chairil Anwar
Aku mencintai kelasmu
Kamu membantuku 'tuk melihat
Bahwa untuk hidup bahagia
Belajar adalah kuncinya
Kamu memahami muridmu
Kamu perhatian dan pandai
Kamu guru terbaik yang pernah ada
Aku tahu itu dari awal kita bertemu
Aku memperhatikan kata-katamu
Kata-kata dari seorang guru sejati
Kamu lebih dari teladan terbaik
Sebagai guru, kamu adalah bintang
Baca tanpa iklan