Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

70 Persen Pasien Kanker Datang Saat Stadium Lanjut, Kemenkes Tekankan Deteksi Dini

Andi Saguni, mengungkapkan bahwa saat ini mayoritas pasien kanker di Indonesia datang dalam kondisi stadium lanjut.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Adi Suhendi
zoom-in 70 Persen Pasien Kanker Datang Saat Stadium Lanjut, Kemenkes Tekankan Deteksi Dini
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
KAMPANYE KANKER - Warga mengikuti kampanye peringatan Hari Kanker Sedunia pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/2/2026). Kemenkes mengungkapkan bahwa saat ini mayoritas pasien kanker di Indonesia datang dalam kondisi stadium lanjut. 

Upaya pencegahan kini menjadi fokus utama, salah satunya melalui skrining dan imunisasi.

“Upaya-upaya kita banyak hal promotif-preventif, salah satunya contohnya pemberian imunisasi pada HPV untuk kanker leher rahim,” jelas Andi.

Selain imunisasi, skrining rutin juga menjadi langkah penting untuk menemukan kanker sejak tahap awal sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Namun, upaya ini diakui tidak mudah dilakukan tanpa dukungan luas.

Program skrining Iman Papilloma Virus (HPV)yang dilakukan di berbagai provinsi, misalnya, membutuhkan kerja sama besar lintas sektor dan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat layanan pengobatan kanker agar lebih merata di seluruh Indonesia.

Berbagai fasilitas kesehatan kini dilengkapi dengan teknologi penunjang seperti radioterapi, laboratorium kanker, hingga layanan kedokteran nuklir seperti PET scan.

Rekomendasi Untuk Anda

Langkah ini bertujuan agar pasien tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan pengobatan yang memadai.

Meski demikian, Andi mengakui bahwa pengembangan layanan ini membutuhkan biaya besar dan menjadi salah satu komponen yang menyedot anggaran kesehatan nasional.

Pemerintah menegaskan bahwa penanggulangan kanker tidak bisa dilakukan sendiri.

Diperlukan kolaborasi antara berbagai pihak, mulai dari akademisi, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, hingga organisasi internasional.

“Intinya bahwa nggak bisa kalau kita cuman kementerian kesehatan saja yang bekerja, nggak mungkin itu,” tegasnya.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga menjadi faktor penting. Komunikasi yang tepat dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas