Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Megawati Soekarnoputri Soroti Kondisi Negara: Makin Hari Kaya Poco-poco

Megawati lalu mempertanyakan mengenai DPR yang disebut-sebut akan diambil oleh pemerintah. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Megawati Soekarnoputri Soroti Kondisi Negara: Makin Hari Kaya Poco-poco
Dok PDIP/ Monang Sinaga
PANCASILA - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri saat memberikan pidato dalam Sidang Senat Pengukuhan Profesor Emeritus Prof. Dr. Arief Hidayat di Universitas Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/5/2026). Megawati Soekarnoputri menyebutkan kondisi negara saat ini seperti poco-poco. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri menyebutkan kondisi negara saat ini seperti poco-poco.
  • Mulanya Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) tersebut menyebut dirinya disebut terlihat muda dan memiliki semangat untuk memperhatikan kondisi negara meskipun umurnya mencapai 79 tahun.
  • Megawati lalu mempertanyakan mengenai DPR yang disebut-sebut akan diambil oleh pemerintah. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri menyebutkan kondisi negara saat ini seperti poco-poco.

Adapun hal itu disampaikan Megawati dalam pidatonya pada acara pengukuhan Profesor Emeritus Prof. Arief Hidayat oleh Universitas Borobudur, Jakarta Timur, Sabtu (2/5/2026).

Baca juga: Megawati Soekarnoputri: Pancasila Harus Jadi Ruh Hukum, Bukan Sekadar Tumpukan Undang-undang

Mulanya Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) tersebut menyebut dirinya disebut terlihat muda dan memiliki semangat untuk memperhatikan kondisi negara meskipun umurnya mencapai 79 tahun.

"Saya ini sudah 79 lho, artinya apa semangatnya yang masih besar. Karena saya lihat ini negara makin hari kaya poco-poco," kata Megawati dalam pidatonya.

Poco-poco adalah tarian sekaligus senam kreasi khas Indonesia yang berasal dari Maluku dan Sulawesi Utara, diiringi lagu “Poco-poco” ciptaan Arie Sapulette.

Rekomendasi Untuk Anda

Gerakannya sederhana, berulang, dan biasanya dilakukan berkelompok, sehingga populer sebagai senam massal di seluruh Indonesia.

Ia lalu menyinggung pidato yang berjudul Negara Hukum Indonesia, Bukan Negara Undang-undang.

"Itu betul banget kok. Sekarang heboh toh urusan pemilunya yang akan datang. Saya tuh sampai mikir, ini bener buat rakyat atau buat siapa toh?" ungkapnya.

Baca juga: Megawati Soekarnoputri Sempat Mengadu ke Prabowo Usai PDIP Dituduh Jadi Dalang Demo Agustus 2025

Megawati lalu mempertanyakan mengenai DPR yang disebut-sebut akan diambil oleh pemerintah. 

Ia menyebutkan kondisi tersebut diibaratkannya seperti poco-poco.

"Iya lho, karena apa? Kalau sampai DPR saja sampai hari ini katanya mau diambil oleh pemerintah. Lho, saya bilang kok diambil oleh pemerintah? Menunjukkan bahwa ya itu, keadaan sekarang ini kok menurut saya yang saya sebut poco-poco tadi," imbuhnya.

Sebagaimana disampaikan Arief Hidayat, lanjut dia, kondisi hyper-regulation atau regulasi yang berlebihan dinilai justru menjauhkan hukum dari nilai-nilai keadilan, moral, etika, dan kemanusiaan.

"Hukum menjadi tumpukan teks, bukan lagi cerminan nurani bangsa," tegasnya.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas