Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mendagri Ungkap Banyak ‘Kepala Daerah Boneka’: Tak Punya Kapabilitas Akhirnya Didikte Sekda

Mendagri Tito Karnavian mengungkap fenomena memprihatinkan mengenai kualitas kepemimpinan sejumlah kepala daerah di Indonesia saat ini. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mendagri Ungkap Banyak ‘Kepala Daerah Boneka’: Tak Punya Kapabilitas Akhirnya Didikte Sekda
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
POTRET KEPALA DAERAH - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkap banyak kepala daerah di Indonesia saat ini tidak memiliki kapabilitas sebagai pemimpin. Kepala daerah ini pun dinilai hanya menjadi ‘boneka’ dari para sekretaris daerah (sekda). (Igman Ibrahim/Tribunnews.com) 

Ringkasan Berita:
  • Mendagri Tito Karnavian mengungkap fenomena memprihatinkan mengenai kualitas kepemimpinan sejumlah kepala daerah di Indonesia saat ini. 
  • Tito Karnavian menyebut banyak pemimpin daerah yang terpilih hanya mengandalkan popularitas.
  • Namun tidak memahami tugas administratif, sehingga operasional pemerintahan justru dikendalikan oleh bawahannya.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkap fenomena memprihatinkan mengenai kualitas kepemimpinan sejumlah kepala daerah di Indonesia saat ini. 

Tito Karnavian menyebut banyak pemimpin daerah yang terpilih hanya mengandalkan popularitas namun tidak memahami tugas administratif, sehingga operasional pemerintahan justru dikendalikan oleh bawahannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Tito Karnavian dalam acara deklarasi dan pengukuhan pengurus Perpukadesi periode 2026-2031 yang berlangsung di Perpusnas, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026). 

Menurutnya, rendahnya kapabilitas ini menjadi tantangan serius dalam tata kelola birokrasi di tingkat daerah.

Tito menjelaskan bahwa euforia kemenangan dalam Pilkada seringkali tidak dibarengi dengan pemahaman manajerial yang memadai. 

Rekomendasi Untuk Anda

Hal ini mengakibatkan kepala daerah tersebut kehilangan kendali atas jalannya roda pemerintahan.

"Banyak kita temukan euforia setahun euforia tapi nggak ngerti (memimpin) akhirnya didikte oleh Sekda dan lain-lain," ujar Tito Karnavian dalam sambutannya.

Baca juga: Pesan Mendagri ke Kepala Daerah: Korupsi dan Inefisiensi Ancam Kepercayaan Publik

Ia menilai pemilihan kepala daerah saat ini masih didominasi oleh faktor elektabilitas semata. 

Kondisi tersebut membuat mereka yang terpilih tidak selalu memiliki latar belakang atau kemampuan birokrasi yang mumpuni.

"Nggak semua kepala daerah yang terpilih itu betul-betul dia mumpuni, dia terpilih karena mungkin kemampuan kampanyenya tim suksesnya, elektabilitas karena dia populer dia terpilih tapi begitu terpilih kapabilitas berat," tegas Tito.

Selain masalah administrasi, Tito juga menyoroti kelemahan kepala daerah dalam memimpin forum koordinasi di wilayahnya. 

Banyak pejabat daerah yang dinilai tidak menyadari posisi sentral mereka sebagai pimpinan tertinggi di daerah.

"Yang memprihatinkan saya juga kadang-kadang banyak kepala daerah nggak paham bahwa dialah Ketua Forkopimda, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. Yang lain-lain organisasi organisasi vertikal itu nunggu, nunggu kepala daerah," ungkapnya.

Baca juga: 10 Kepala Daerah Era Prabowo Terjerat Korupsi, Terbaru Bupati Tulungagung

Tito yang memiliki latar belakang kepolisian membandingkan pengalamannya saat menjabat di daerah. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas