Alasan PSI Terima Pengunduran Diri Ade Armando, Singgung soal Kebebasan Berpendapat
Ade Armando mengumumkan pengunduran dirinya dari PSI pada Selasa (5/5/2026), di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat.
Penulis:
Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Ade Armando mengumumkan pengunduran dirinya dari PSI pada Selasa (5/5/2026).
- Meski begitu, ia menegaskan, tidak ada konflik di internal PSI.
- Pihak PSI pun menerima pengunduran diri Ade Armando meski dengan terpaksa.
TRIBUNNEWS.COM - Kabar mengejutkan datang dari dunia politik, setelah politisi sekaligus pegiat media sosial Ade Armando mengundurkan diri dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Pengunduran diri Ade Armando dari partai berlambang gajah itu, diumumkan pada Selasa (5/5/2026), di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat.
Dengan begitu, Ade Armando menjadi kader PSI kurang lebih 3 tahun, sejak bergabung pada April 2023 lalu.
Pengunduran diri Ade Armando ini, dilakukan setelah mempertimbangkan posisinya sebagai figur politik yang kerap dikaitkan dengan partai.
Merespons hal tersebut, pihak PSI pun menerima pengunduran diri Ade Armando meski dengan terpaksa.
"DPP PSI menerima pengunduran diri Bang Ade Armando, sehingga sejak kemarin malam jam 7, Bang Ade bukan lagi kader PSI,” ucap Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, Selasa.
Ia menjelaskan, pihaknya tak ingin membatasi kebebasan berpendapat para kadernya, termasuk Ade Armando.
“Dia punya kebebasan, dia punya hak untuk menyampaikan pendapatnya, pikirannya terhadap apa yang menurut dia telah terjadi penyimpangan."
"Dia adalah masyarakat politik sehingga di dalam dirinya apapun perkataannya, kritikannya selalu dihubungkan dengan PSI,” jelasnya.
Di sisi lain, lanjut Ahmad Ali, PSI tidak ingin membungkam kebebasan berpendapat yang dimiliki oleh Ade Armando.
"Sehingga kemudian kami dengan sangat terpaksa tentunya dan merasa sedih menerima pengunduran diri beliau sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia,” ungkap Ahmad Ali di kantor DPP PSI.
Baca juga: Ketua DPW PSI Maluku Pindah ke NasDem, Bestari Barus: Kalau Butuh Personel Lagi, Telepon Saya
Sebelumnya, Ade Armando menyatakan mundur dari PSI sejak Senin (4/6/2026) malam.
Meski begitu, ia menegaskan, tidak ada konflik di internal PSI.
"Saya mohon izin, yaitu melalui konferensi pers ini saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI, ya. tidak ada konflik di antara saya dengan PSI, tapi saya mundur menurut saya demi kebaikan bersama," tegasnya.
Menurut Ade, keputusan mundur dari PSI lantaran ada serangan dari sejumlah polemik atas pernyataannya yang berdampak kepada tubuh partai.
Satu di antaranya adanya laporan yang diajukan sejumlah ormas soal dugaan penghasutan atau ujaran kebencian soal potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.
Apalagi, kata Ade Armando, laporan polisi terkait kasus tersebut, meluas sampai politisi PSI lain, yakni Grace Natalie.
Grace Natalie turut dilaporkan ke polisi, sehingga menurut Ade, itu bukan suatu hal yang adil.
"Tapi lebih dari itu, ada serangan terhadap PSI yang dilakukan secara bertubi-tubi."
"Saya dengan prihatin mendengar cerita bahwa para pimpinan di PSI itu diprovok, bukan diprovok, di seperti diancam tanda petik ya, bukan ancaman fisik atau apapun, tapi pernyataan-pernyataan seperti orang-orang akan mempersulit kerja PSI berikutnya untuk memperjuangkan partai di berbagai tempat gitu ya menjelang bukan menjelang nanti menuju pemilu 2029," ungkapnya.
Sebagai informasi, sejumlah orang yang mengaku perwakilan dari 40 organisasi masyarakat (ormas) islam mendatangi Bareskrim Polri pada Senin (4/5/2026) siang.
Mereka yang mengaku dari Aliansi Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama melaporkan politisi PSI, Grace Natalie, Ade Armando hingga Permadi Arya atau Abu Janda.
Hal tersebut, disampaikan Direktur LBH Hidayatullah, Syaefullah Hamid kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta.
"Kami hari ini mewakili sekitar 40 ormas Islam yang kita sebut dengan Aliansi Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama datang untuk membuat laporan kepolisian yang akan melaporkan tiga orang, yaitu saudara Ade Armando, Permadi Arya, dan Grace Natalie," katanya, Senin.
Baca juga: Grace Natalie Dilaporkan 40 Ormas terkait JK, PSI Tegaskan Tak Beri Bantuan Hukum
Pelaporan tersebut, terkait pernyataan di siniar atau podcast yang diduga telah memframing mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK.
Meski begitu, ia belum menjelaskan detil pernyataan apa yang dipermasalahkan hingga hendak dibawa ke jalur hukum.
Menurut Syaefullah, podcast Ade Armando dan lainnya telah mengancam kerukunan umat beragama di Indonesia.
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Abdi Ryanda Shakti)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.