Khutbah Jumat 8 Mei 2026: Kemuliaan Bulan Dzulqa’dah 1447 H
Teks khutbah Jumat 8 Mei 2026 tema “Kemuliaan Bulan Dzulqa’dah 1447 H” bulan yang penuh dengan keberkahan dan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Penulis:
Muhammad Alvian Fakka
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Dzulqa’dah adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan kesempatan untuk memperbaiki diri.
- Khutbah Jumat 8 Mei 2026 juga mengingatkan bahwa kemuliaan bulan Dzulqa’dah tidak hanya terkait dengan ibadah haji, tetapi juga dengan kehidupan sehari-hari.
- Umat Islam diharapkan mampu meraih keberkahan hidup, memperkuat iman, dan menjadikan bulan ini sebagai jalan menuju kedekatan dengan Allah SWT.
TRIBUNNEWS.COM - Khutbah Jumat 8 Mei 2026 mengangkat tema “Kemuliaan Bulan Dzulqa’dah 1447 H”, sebuah pengingat penting bagi umat Islam tentang keistimewaan bulan yang termasuk dalam deretan bulan-bulan haram.
Bulan Dzulqa’dah memiliki kedudukan istimewa karena di dalamnya umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, menjaga diri dari perbuatan dosa, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Dalam sejarah Islam, bulan ini juga menjadi momentum persiapan menuju ibadah haji, sehingga memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi bagi kaum muslimin.
Khutbah Jumat ini menekankan bahwa Dzulqa’dah adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Umat Islam diajak untuk menjadikan bulan ini sebagai sarana introspeksi, memperbanyak amal saleh, serta menjauhi segala bentuk permusuhan dan pertikaian.
Rasulullah SAW memberikan teladan bahwa bulan-bulan haram, termasuk Dzulqa’dah, harus dihormati dengan menjaga ketakwaan dan memperkuat ukhuwah.
Maka demikian, khutbah Jumat ini menjadi momentum bagi jamaah untuk kembali menata hati dan memperkuat komitmen dalam beribadah.
Selain itu, khutbah Jumat 8 Mei 2026 juga mengingatkan bahwa kemuliaan bulan Dzulqa’dah tidak hanya terkait dengan ibadah haji, tetapi juga dengan kehidupan sehari-hari.
Menjaga lisan, memperbanyak doa, serta memperkuat silaturahmi adalah bagian dari amalan yang sangat dianjurkan.
Memuliakan bulan Dzulqa’dah, umat Islam diharapkan mampu meraih keberkahan hidup, memperkuat iman, dan menjadikan bulan ini sebagai jalan menuju kedekatan dengan Allah SWT.
Selengkapnya teks khutbah Jumat 8 Mei 2026 tema “Kemuliaan Bulan Dzulqa’dah 1447 H” mengutip Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
Khutbah Jumat 8 Mei 2026: Kemuliaan Bulan Dzulqa’dah 1447 H
Baca juga: 18 Doa-Doa Sai Haji 2026/1447 H: Bacaan di Bukit Sofa Marwah, Setelah Sai hingga di Antara Pilar
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
اَلْحَمْدُ للهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ. وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ
أَمَّا بَعْدُ. فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ في كِتَابِهِ: “إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ. يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ. ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ. وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ” (سورة التوبة: ٣٦).الإسلام
Mengawali khutbah yang singkat ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi, untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Ketakwaan adalah bekal utama kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Saat ini, kita berada di dalam salah satu waktu yang sangat istimewa, yaitu bulan Dzulqa’dah.
Hadirin rahimakumullah,
Dzulqa’dah adalah salah satu dari empat bulan mulia (al-Asyhur al-Hurum) yang Allah agungkan dalam Al-Qur’an. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
اكتشاف المزيد
Maknanya: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan yang mulia (haram). Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu.” (QS at-Taubah: 36).
Baca tanpa iklan