Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perguruan Tinggi Dorong Pemberdayaan Desa, Soroti Pendidikan Islami dan Penguatan UMKM

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kolaboratif perguruan tinggi dalam memperkuat ketahanan keluarga

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Perguruan Tinggi Dorong Pemberdayaan Desa, Soroti Pendidikan Islami dan Penguatan UMKM
HO/IST
PEMBERDAYAAN DESA - Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar Universitas Terbuka (UT) di Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Sabtu (9/5/2026). (HO/UT) 

Ringkasan Berita:
  • Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) bersama Universitas Terbuka dengan dukungan pendanaan LPDP menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Nasional 2026 di Desa Waru, Kecamatan Parung, Bogor, Sabtu (9/5/2026). 
  • Program ini merupakan kolaborasi perguruan tinggi untuk memperkuat ketahanan keluarga, pendidikan masyarakat, dan pengembangan ekonomi desa berbasis keberlanjutan.
  • Dalam kegiatan tersebut, tim menghadirkan program bertajuk “Program Pemberdayaan Keluarga Muslim".

TRIBUNNEWS.COM. JAKARTA - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) dan  Universitas Terbuka didukung pendanaan LPDP menggelar pengabdian kepada masyarakat di Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kolaboratif perguruan tinggi dalam memperkuat ketahanan keluarga, pendidikan masyarakat, serta pengembangan ekonomi desa berbasis keberlanjutan.

Dalam program itu, tim Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka menghadirkan program bertajuk “Program Pemberdayaan Keluarga Muslim: Edukasi Seksual Islami dan Penguatan Peran Ibu dalam Pengasuhan Anak di Desa Waru”.

Program dipimpin oleh Dr. Ade Imelda Frimayanti, bersama Prof Rhini Fatmasari, Dra Yusrafiddin, Dr. Izzul Fatawi dan Sariyani.

Dalam pemaparannya, Ade menekankan pentingnya pendidikan seksual sejak dini dimulai dari lingkungan keluarga.

"Pendidikan seks sebenarnya dimulai dari rumah. Jadi dimulai dari kita, kalau kita minta anak menghormati kita, kita juga harus menghormati anak kita," kata Ade.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak di tengah tantangan penggunaan gadget dan media sosial.

"Yang pertama kita jadikan diri kita sahabat. Anak itu kalau dia lebih percaya orang lain, nah itu gawat. Dia harus percaya dulu dengan kita," ujarnya.

Menurut Ade, pendekatan kepada anak tidak bisa dilakukan dengan kemarahan atau larangan semata, melainkan melalui pembiasaan dan keteladanan.

"Kalau kita melarang HP nggak mungkin. Yang perlu diberikan itu kepercayaan kepada anak bahwa dia mampu memilih mana yang baik dan benar," ucapnya.

Selain program pendidikan keluarga, juga dilaksanakan kegiatan ekonomi berkelanjutan yang dipimpin Dr. Julia Safitri

Julia mengatakan Desa Waru diproyeksikan menjadi desa percontohan dalam pengembangan UMKM berbasis ekonomi hijau dan digitalisasi usaha.

“Desa ini menjadi desa percontohan. Kita berharap setelah ini Desa Waru benar-benar menjadi desa mandiri,” kata Julia.

Ia menyebut Universitas Terbuka telah memberikan berbagai dukungan bagi pelaku UMKM desa, mulai dari bantuan alat produksi hingga pendampingan sertifikasi halal dan BPOM.

“Nanti kita bantu juga sertifikat halal. Semuanya yang membiayai adalah Universitas Terbuka,” ujarnya.

Julia juga mendorong para pelaku UMKM desa untuk lebih serius mengembangkan produknya agar mampu meningkatkan daya saing.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas