Cara Cegah Hantavirus Menurut WHO dan Kemenkes RI, Waspadai Risiko Penularannya Sebelum Terlambat!
Cara pencegahan Hantavirus agar tidak tertular menurut badan kesehatan dunia atau WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
Penulis:
Muhammad Alvian Fakka
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Hantavirus adalah virus zoonosis yang secara alami menginfeksi hewan pengerat dan kadang-kadang ditularkan ke manusia.
- Wabah Hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar MV Honduras membuat masyarakat dunia dan di Indonesia waspada terhadap proses penularannya.
- Sebagai langkah preventif agar masyarakat terhindar dari wabah Hantavirus, badan kesehatan dunia atau WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
TRIBUNNEWS.COM - Isu penyebaran suspek Hantavirus pada Mei 2026 mulai banyak diperbincangkan warganet di media sosial.
Hantavirus adalah virus zoonosis yang secara alami menginfeksi hewan pengerat dan kadang-kadang ditularkan ke manusia.
Infeksi Hantavirus pada manusia dapat menyebabkan penyakit parah dan seringkali kematian, meskipun penyakitnya bervariasi tergantung jenis virus dan lokasi geografis.
Di Amerika Serikat, infeksi diketahui menyebabkan sindrom kardiopulmoner hantavirus (HCPS), suatu kondisi yang berkembang pesat dan memengaruhi paru-paru dan jantung.
Sedangkan di Eropa dan Asia hantavirus diketahui menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS), yang terutama memengaruhi ginjal dan pembuluh darah.
Wabah Hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar MV Honduras membuat masyarakat dunia dan di Indonesia waspada terhadap proses penularannya.
Upaya pencegahan terhadap penularan Hantavirus mulai banyak dicari informasinya oleh masyarakat Indonesia.
Kekhawatiran merebaknya Hantavirus seperti seperti pengalaman saat pandemi covid-19, membuat masyarakat lebih cepat tanggap untuk mencari upaya pencegahan.
Sebagai langkah preventif agar masyarakat terhindar dari wabah Hantavirus, badan kesehatan dunia atau WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
Menurut WHO, pencegahan infeksi hantavirus terutama bergantung pada pengurangan kontak antara manusia dan hewan pengerat.
Adapun cara pencegahan Hantavirus menurut WHO selengkapnya sebagai berikut:
Baca juga: Penularan Hantavirus Tak Seperti Covid-19, Sangat Kecil Tertulari saat di Pertama Kali Bertemu
Cara Pencegahan Hantavirus Menurut WHO
- Menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja
- Menutup celah yang memungkinkan hewan pengerat masuk ke dalam bangunan.
- Menyimpan makanan dengan aman
- Menggunakan praktik pembersihan yang aman di area yang terkontaminasi oleh hewan pengerat
- Menghindari menyapu kering atau menyedot kotoran tikus dengan penyedot debu
- Membasahi area yang terkontaminasi sebelum dibersihkan.
- Memperkuat praktik kebersihan tangan.
Selama wabah atau ketika kasus dicurigai, identifikasi dan isolasi dini kasus, pemantauan kontak dekat, dan penerapan langkah-langkah pencegahan infeksi standar sangat penting untuk membatasi penyebaran lebih lanjut.
Merujuk Buku Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Virus Hanta di Indonesia yang diterbitkan Kemenkes RI tahun 2023, terdapat sejumlah upaya pencegahan faktor resiko penularan Hantavirus yang dapat diterapkan masyarakat Indonesia.
Oleh karena penyakit virus Hanta merupakan penyakit menular, maka perlu menerapkan kegiatan pengendalian faktor risiko secara umum pada setiap individu.
Cara Pencegahan Hantavirus Menurut Kemenkes RI
1. Menjaga kebersihan tangan dengan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama 40-60 detik atau menggunakan cairan antiseptik berbasis alkohol selama 20-30 detik.
Baca tanpa iklan