Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tangis Istri Ilham Pradipta Ungkap Doa Anaknya: 'Ya Allah Boleh Enggak Sebentar Aja Ayah ke Sini'

Puspita Aulia menangis saat menyampaikan kesaksian dalam sidang perkara penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN Cempaka Putih Jakarta

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Tangis Istri Ilham Pradipta Ungkap Doa Anaknya: 'Ya Allah Boleh Enggak Sebentar Aja Ayah ke Sini'
Tribunnews.com/Gita Irawan
PEMBUNUHAN KACAB BANK BUMN - Pengadilan Militer II-08 Jakarta menghadirkan istri Mohammad Ilham Pradipta, Puspita Aulia, di sidang perkara penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN di Cempaka Putih Jakarta tersebut sebagai saksi pada Senin (11/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Tangis istri Ilham Pradipta ungkap doa anaknya setelah selesai salat
  • Tiga terdakwa anggota TNI yakni Serka M Nasir, Kopda Feri Herianto, dan Serka Frengky Yaru duduk tertunduk
  • Pengunjung ruang sidang termasuk perangkat ruang sidang juga tampak larut dalam suasana kesedihan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Istri Mohammad Ilham Pradipta, Puspita Aulia, menangis saat menyampaikan kesaksiannya dalam sidang perkara penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN Cempaka Putih Jakarta di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Senin (11/5/2026).

Oditur militer awalnya menanyakan apakah kedua anak almarhum Ilham Pradipta sudah tahu bahwa ayahnya telah meninggal dunia.

Mendengar pertanyaan oditur, sambil menangis, Puspita mengatakan anaknya tidak mengetahui secara langsung.

Namun, hal itu terungkap dari doa anak keduanya pernah ia dengar setelah salat subuh.
 
"Ada di satu momen adik ini selesai salat subuh dia berdoa 'Ya Allah ampuni ayah, ya Allah jaga ayah di sana, ya Allah boleh enggak sebentar aja ayah ke sini', ada kami," ungkap Puspita sambil menangis.

Baca juga: Serka M Nasir Blak-blakan Terlibat Pembunuhan Kacab Bank BUMN Ilham Pradipta, Siap Tanggung Hukuman

Cerita Puspita pun sempat terpotong seolah untuk mengumpulkan kekuatan melanjutkan kalimatnya.

"Itu buat saya sakit Bu karena almarhum suami saya ini sangat dekat dengan anak-anaknya. Jadi mungkin tidak secara langsung mereka mengungkapkan apa yang mereka rasa. Tapi dengan apa yang mereka lakukan, buat saya paham mereka kecewa," ucap Puspita yang tak kuasa menahan kesedihan.

Rekomendasi Untuk Anda

Mendengar hal itu, oditur militer pun tampak menahan tangis.

Dalam sidang itu, Puspita juga didampingi seorang psikolog LPSK di arena sidang.

Baca juga: Serka M Nasir Sangkal Keterangan Saksi Debt Collector yang Menyebutnya Pukul Dada Ilham Pradipta

Selain itu, sidang juga menghadirkan mertua Ilham Pradipta yang juga merupakan ayah dari Puspita yakni Iwan.

Mendengar kesaksian itu, tiga terdakwa yakni anggota TNI yakni Serka M Nasir, Kopda Feri Herianto, dan Serka Frengky Yaru duduk tertunduk.

Pengunjung ruang sidang termasuk perangkat ruang sidang juga tampak larut dalam suasana kesedihan itu.

Ruang sidang menjadi sunyi, sebagian pengunjung tampak menangis.

Konstruksi Kasus

Sekadar informasi kasus ini berawal dari dugaan penculikan terhadap Mohamad Ilham Pradipta pada 20 Agustus 2025 di Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Korban diduga dipaksa masuk ke dalam kendaraan oleh sejumlah pelaku saat berada di area parkir lokasi pertemuan.

Keesokan harinya, 21 Agustus 2025, korban ditemukan meninggal dunia di persawahan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dalam kondisi terikat dan mengalami tanda kekerasan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas