Calon Ketua Umum PBNU Diingatkan Tak Saling Serang Jelang Muktamar ke-35
Gus Ubab berharap menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama berjalan damai dan melahirkan pemimpin yang diterima seluruh warga Nahdliyin
Ringkasan Berita:
- Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar 2 KH Abdullah Ubab Maimoen mengingatkan para kandidat Ketua Umum PBNU agar menjaga etika pesantren, tidak saling menyerang, dan mengedepankan cara santun serta bermartabat menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
- Gus Ubab berharap proses pemilihan berjalan damai dan melahirkan pemimpin yang diterima seluruh warga Nahdliyin.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar 2, KH Abdullah Ubab Maimoen, mengingatkan para kandidat Ketua Umum PBNU agar menjaga etika pesantren dan tidak saling menyerang menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Menurut Gus Ubab, para calon pemimpin Nahdlatul Ulama harus membangun kepercayaan muktamirin dengan cara santun dan bermartabat, bukan melalui saling menjatuhkan.
“Jangan sampai saling menjelek-jelekkan antarcalon. Bahkan jangan banding-bandingkan secara negatif seperti pemilihan pejabat hingga pertengkaran terbawa setelah pemilihan,” kata Gus Ubab saat ditemui di kediamannya di Sarang, Rembang, Senin (11/5/2026).
Mustasyar PBNU itu berharap proses pemilihan Ketua Umum PBNU berjalan damai dan melahirkan kepemimpinan yang diterima seluruh warga Nahdliyin.
Ia bahkan mencontohkan proses terpilihnya Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang menurutnya berlangsung mulus dan penuh keteduhan.
“Saya ingin prosesnya mulus, menjadi Ketua Umum PBNU dengan jalan mulus, purna pun juga berakhir mulus. Seperti Gus Dur,” ujarnya.
Saat ditanya soal figur yang didukung, Gus Ubab mengaku tidak memiliki pilihan khusus meski menyambut baik munculnya sejumlah kader NU sebagai kandidat.
“Saya tidak ada pilihan. Saya senang saja Gus Salam nyalon. Jadi siapapun yang jadi, tentu Allah yang mengatur dan menghendakinya,” tuturnya.
Pernyataan itu disampaikan usai menerima silaturahmi KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam yang tengah melakukan rangkaian sowan ke sejumlah ulama dan pengasuh pesantren di Jawa Tengah.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Salam juga sowan ke KH M Said Abdurrochim, KH Abdul Qoyyum Manshur, hingga KH Ahmad Chalwani Nawawi di Purworejo.
Selain sowan, Gus Salam juga bertemu pengurus PCNU se-karesidenan di Jawa Tengah untuk menyerap aspirasi menjelang Muktamar NU.
Menurut Gus Salam, banyak pengurus cabang NU di daerah menginginkan suasana organisasi kembali damai dan tidak diwarnai ketegangan internal.
“Sebagian besar PCNU prihatin terhadap kondisi NU beberapa tahun ini. Mereka berharap ada rekonsiliasi nasional di tubuh NU supaya tidak ada lagi ketegangan-ketegangan,” ujar Gus Salam.
Ia mengatakan sejumlah PCNU juga berharap pemimpin PBNU mendatang memiliki karakter humanis, mau mendengar aspirasi daerah, dan tidak bersikap otoriter.
“PCNU di karesidenan Surakarta berharap pemimpin NU ke depan sosok yang humanis, mau mendengarkan, dan bisa memberi arahan sesuai konteks daerah. Jangan sosok yang otoriter dan high profile,” pungkasnya.
Baca tanpa iklan