Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus di Indonesia, Ini Cara Penularan dan Faktor Risikonya

Kemenkes tingkatkan kewaspadaan terhadap Hantavirus setelah adanya peningkatan kasus HFRS dan laporan terkait HPS di kapal pesiar MV Hondius.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus di Indonesia, Ini Cara Penularan dan Faktor Risikonya
HO/IST/Youtube Kemenkes RI
WABAH HANTAVIRUS - Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Andi Saguni memastikan fasilitas kesehatan nasional siap dalam mengantisipasi penyebaran hantavirus di Indonesia. Mulai dari rumah sakit rujukan penyakit infeksi, ketersediaan PCR, APD, hingga tempat tidur isolasi dan ICU disebut dalam keadaan cukup. Hal itu disampaikan Andi dalam temu media daring di Jakarta, Senin (11/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap Hantavirus setelah adanya peningkatan kasus HFRS dan laporan internasional terkait HPS.
  • Hingga Mei 2026, Kemenkes mencatat 23 kasus terkonfirmasi HFRS di Indonesia, namun belum ditemukan kasus Hanta Pulmonary Syndrome (HPS).
  • Hantavirus menular melalui kontak dengan tikus terinfeksi, sehingga masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih serta sehat.

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Kesehatan RI meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Hantavirus menyusul adanya peningkatan temuan kasus di Indonesia serta laporan internasional terkait kasus Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) pada kapal pesiar MV Hondius.

Hantavirus merupakan kelompok virus yang secara alami dibawa oleh hewan pengerat, terutama tikus, dan memiliki potensi fatalitas yang tinggi bagi manusia jika tidak ditangani dengan prosedur medis yang tepat.

Virus ini diketahui dapat menyebabkan dua kondisi serius, yakni Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan serta Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang fungsi ginjal.

Pemerintah menegaskan hingga saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia.

Kasus yang terdeteksi di dalam negeri merupakan tipe HFRS dengan strain Seoul Virus.

Indonesia Belum Temukan Kasus HPS

Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, dr. Andi Saguni, mengatakan seluruh kasus Hantavirus yang tercatat di Indonesia saat ini merupakan tipe HFRS, bukan HPS.

Rekomendasi Untuk Anda

"Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia. Kasus yang terdeteksi merupakan tipe HFRS dan terus kami pantau melalui sistem surveilans nasional," ujar dr. Andi Saguni dalam konferensi pers daring, Senin (11/5/2026), dikutip dari kemkes.go.id.

Kemenkes juga merespons laporan internasional terkait satu kontak erat kasus HPS dari kapal pesiar MV Hondius yang berada di Indonesia.

Kontak erat tersebut telah diperiksa di RSPI Sulianti Saroso dan hasil laboratorium menunjukkan negatif Hantavirus tipe HPS maupun HFRS.

"Begitu notifikasi diterima, kami langsung melakukan penyelidikan epidemiologi, koordinasi lintas sektor, pemeriksaan laboratorium, hingga pemantauan terhadap kontak erat tersebut," jelasnya.

Baca juga: Korban Jiwa Imbas Hantavirus di Indonesia Bertambah Jadi 3 Orang, Terbaru di Kalbar

Data Kasus Hantavirus di Indonesia

Berdasarkan data Kemenkes, sepanjang 2024 hingga 2026 tercatat 256 kasus suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS yang tersebar di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, hingga Nusa Tenggara Timur.

Tren konfirmasi juga menunjukkan peningkatan, dari 1 kasus pada 2024 menjadi 17 kasus pada 2025 dan 5 kasus hingga Mei 2026.

Menurut dr. Andi, meningkatnya temuan kasus salah satunya dipengaruhi penguatan kapasitas deteksi dan pemeriksaan laboratorium di Indonesia.

"Peningkatan kasus yang terlaporkan menunjukkan sistem kewaspadaan dan deteksi dini kita semakin baik. Karena itu masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada terhadap faktor risiko penularan," jelasnya.

Cara Penularan dan Faktor Risiko

Hantavirus diketahui menular melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk melalui paparan urin, air liur, dan kotoran hewan tersebut.

Baca juga: Siaga Hantavirus, Kemenkes Pastikan Ribuan Tempat Tidur dan Alat Tes PCR Tersedia

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas