Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

KSP Dudung Sidak SPPG di Jakarta Barat, 2 Dapur MBG Terancam Ditutup

Dudung Abdurachman menemukan sejumlah persoalan serius saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur MBG.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in KSP Dudung Sidak SPPG di Jakarta Barat, 2 Dapur MBG Terancam Ditutup
Tribunnews.com/Tangkap Layar Kompas TV
SIDAK SPPG - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Petamburan dan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (12/5/2026). Dalam sidak tersebut, Dudung menilai dua dapur yang diperiksanya tidak layak operasional karena tidak memenuhi standar kesehatan dan sanitasi. 
Ringkasan Berita:
  • Dudung Abdurachman menilai dua dapur MBG di Jakarta Barat tidak layak operasional.
  • Dudung menemukan IPAL bermasalah, dapur tidak higienis, serta pencucian bahan makanan bercampur.
  • Tumpukan sampah dan belatung di dapur MBG dinilai berpotensi sebabkan keracunan anak.

 

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menemukan sejumlah persoalan serius saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Petamburan dan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (12/5/2026).

Dalam sidak tersebut, Dudung menilai dua dapur yang diperiksanya tidak layak beroperasi karena tidak memenuhi standar kesehatan dan sanitasi.

“Dua dapur yang saya cek saja, saya sidak ini tidak layak,” kata Dudung, dikutip dari Kompas TV.

"Saya sampaikan Kepala SPPG-nya untuk segera sampaikan kepada ketua yayasan agar segera diubah sesuai dengan standar," imbuhnya.

Ia menyebut sejumlah temuan di lapangan mulai dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tidak memenuhi syarat, area pencucian bahan makanan yang tidak dipisah, hingga kondisi dapur yang dinilai tidak higienis.

“Tadi IPAL-nya juga tidak memenuhi syarat ya. Kemudian beberapa tempat pencucian, kemudian ruangan yang begitu panas antara dapur kering penyimpanan yang ke gudang basah dengan gudang kering juga itu jadi satu,” ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Dudung, pencucian bahan nabati dan hewani seharusnya dipisahkan untuk menjaga keamanan pangan.

Tak hanya itu, Dudung juga menemukan tumpukan sampah dan belatung di sekitar dapur SPPG.

“Segera saya sarankan kepada BGN untuk segera ditutup aja. Ini kan belatung di mana-mana,” ucap Dudung.

"Menurut saya ini harus segera diperbaiki yang harus segera juga dievaluasi karena memang kalau misalnya tidak segera dievaluasi ini dibiarkan begini saja, ini sampah sudah satu minggu coba, bayangkan."

"Ini sekarang saya panggil RT-nya jangan menganggap gampang ya nanti suatu ketika terjadi keracunan, anak-anak menjadi korban. Nah, ini yang tidak kita inginkan," tegasnya.

Baca juga: Prabowo: Sekolah yang Merasa Perlu MBG Kita Bagikan, yang Tidak Perlu Nggak Dipaksa

Arahan Prabowo untuk Dudung

Sebelumnya, Dudung Abdurachman mengungkap arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memeriksa celah potensi ketimpangan di program prioritas nasional.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memperkuat kolaborasi.

"Ya, Presiden mengarahkan kepada saya, 'Pak Dudung, coba dicek,'" kata Dudung di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

"Karena kan program prioritas nasional ini salah satunya adalah untuk memastikan prioritas unggulan dari Bapak Presiden, ya salah satunya MBG, kemudian Koperasi Merah Putih, dan itu nanti akan kita cek."

"Maka, saya akan mengaktifkan kembali berkolaborasi dengan stakeholder terkait."

Dudung pun meminta doa agar pengawasan celah potensi korupsi ini bisa berjalan dengan baik.

Ia juga berkomitmen, jika terdapat indikasi pelanggaran hukum, maka akan disampaikan pelakunya kepada publik. 

"Minta doanya lah. Nanti dan kalau saya temukan, saya akan langsung buka di wartawan. Sampaikan aja siapa pelakunya, siapa yang tidak benar, ya. Karena ini uang rakyat, rakyat harus tahu," jelas Dudung.

Dudung juga tidak memungkiri, ada banyak celah potensi korupsi dalam pelaksanaan program MBG, salah satunya adalah dugaan adanya jual beli titik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG.

"Banyak celahnya, banyak celahnya. Ya salah satunya saya dapat informasi tentang ada jual-beli titik. Ya itu ada itu, salah satunya ya. Nanti akan saya lihat itu jual-beli titik," ungkap Dudung.

Akan tetapi, Dudung belum mau mengungkap celah lain yang berpotensi menjadi pelanggaran hukum. 

Meski demikian, ia mengaku akan terjun langsung ke lapangan untuk memeriksa adanya potensi penyimpangan, termasuk kasus keracunan maupun buruknya kualitas makanan.

"Ah nanti, banyak, jangan saya buka semua di sini ya," ujar Dudung.

"Nanti itu juga akan ada yang kita temukan. Jadi kalau misalnya ditemukan makanannya pun yang kemudian ya inilah yang akhirnya ada keracunan, yang kemudian kualitas dan sebagainya, nanti akan saya cek langsung di lapangan."

(Tribunnews.com/Gilang P/Rizki A./Farryanida Putwiliani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas