Berani Memprotes LCC, Siswi Josepha Alexandra Diundang MPR, Ditawari Beasiswa di Tiongkok
Josepha Alexandra, siswi yang berani memprotes juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR, diundang ke Jakarta untuk menemui MPR.
Penulis:
Febri Prasetyo
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, Josepha bernama lengkap Josepha Alexandra Roxa Potifera yang akrab disapa Ocha.
Dikutip dari akun Instagram resmi SMAN 1 Pontianak, dia dikenal sebagai siswi yang berprestasi.
Pada Mei 2025, ia bersama 2 temannya berhasil juara 2 lomba LCC Kebangsaan yang diselenggarakan oleh HMPPKN FKIP Untan.
Masih pada tahun yang sama, tepatnya pada bulan September 2025, Ocha dan tim SMAN 1 Pontianak memperoleh juara 1 LCC Empat Pilar MPR RI 2025 tingkat provinsi Kalimantan Barat.
Dia kemudian lolos Senayan untuk maju di Grand Final LCC Empat Pilar MPR RI.
Memasuki 2026, Ocha kembali dipercaya memperkuat tim untuk ikut ajang yang sama. Kali ini ia dan temannya harus puas berada di posisi juara 2.
Selain bersekolah, Ocha juga aktif berorganisasi. Dia tergabung dalam anggota Generasi Berliterasi (Gebrasi Pontianak) Pontianak. Tujuan komunitas ini untuk Gebrasi Pontianak menambah minat literasi anak-anak dan remaja di Pontianak.
Sementara itu, tentang aksi protesnya kepada dewan juri, Ocha sudah memberi tanggapan lewat akun Instagram pribadinya.
"Funny how the replay accidentally exposed whose ‘feelings’ were actually wrong… c2 izin muncul ke permukaan," tulisnya.
Unggahan Ocha hingga Selasa (12/5/2026) sudah disukai lebih dari 600 ribu kali.
Kronologi polemik LCC
Polemik dalam LCC bermula pada sesi pertanyaan rebutan tentang mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Sabtu (9/5/2026)
Dalam sesi tersebut, satu peserta sebelumnya dinyatakan salah dan nilainya dikurangi. Namun pada pertanyaan yang sama, kelompok lain justru mendapat penilaian benar dan tambahan poin.
Situasi itu kemudian memicu protes dari kelompok lain hingga lomba LCC tersebut menjadi viral di media sosial.
Dalam perlombaan tersebut, peserta Grup C mendapat pengurangan nilai lima poin setelah jawaban mereka dianggap salah oleh dewan juri.
Namun, pada pertanyaan yang sama, Grup B dari SMAN 1 Sambas justru memperoleh tambahan 10 poin meski memberikan jawaban yang dinilai memiliki substansi serupa.
Baca tanpa iklan