Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Profesor Diingatkan Menjaga Amanah Intelektual dan Integritas Akademik

Safrizal menekankan bahwa ilmu tidak boleh berhenti sebagai capaian akademik semata.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Profesor Diingatkan Menjaga Amanah Intelektual dan Integritas Akademik
Tribunnews.com/HO
PENGUKUHAN PROFESOR - Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas Syiah Kuala (USK) pada Selasa (12/5/2026) di Event Hall Academic Activity Center (AAC) Prof. Dr. Dayan Dawood, M.A, menjadi momentum pengukuhan enam profesor baru sekaligus peneguhan komitmen moral akademik. 
Ringkasan Berita:
  • Jabatan profesor bukanlah titik akhir karier, melainkan gerbang tanggung jawab intelektual yang lebih berat.
  • Ilmu tidak boleh berhenti sebagai capaian akademik semata.
  • Ia juga mengingatkan pentingnya integritas akademik.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas Syiah Kuala (USK) pada Selasa (12/5/2026) di Event Hall Academic Activity Center (AAC) Prof. Dr. Dayan Dawood, M.A, menjadi momentum pengukuhan enam profesor baru sekaligus peneguhan komitmen moral akademik.

Ketua Majelis Wali Amanat USK, Dr. Safrizal ZA menegaskan bahwa jabatan profesor bukanlah titik akhir karier, melainkan gerbang tanggung jawab intelektual yang lebih berat.

“Teaching is more than imparting knowledge: it is inspiring change. Learning is more than absorbing facts: it is acquiring understanding,” kutipnya dari William Arthur Ward.

Safrizal menekankan bahwa ilmu tidak boleh berhenti sebagai capaian akademik semata.

“Ilmu bukan sekadar capaian monumen karir akademik yang menjulang tinggi laksana mercusuar, sebaliknya ia bak tetes embun yang membasahi kerontangnya tanah di musim kemarau. Menjadi satu entitas yang cerah dan mencerahkan, dan entitas yang hidup dan menghidupi,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya integritas akademik.

“Jagalah integritas akademik setinggi-tingginya. Karena ketika kampus kehilangan integritasnya, maka runtuhlah kepercayaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri. Di tengah dunia yang semakin pragmatis, profesor harus tetap menjadi teladan moral, penjernih di tengah kegaduhan, dan penuntun ketika masyarakat kehilangan arah,” tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda


Safrizal turut menyampaikan penghargaan kepada keluarga para profesor yang ikut menopang perjalanan panjang pengabdian akademik.

“Sesungguhnya profesor tidak pernah lahir sendirian. Di belakang setiap ilmuwan besar, selalu ada keluarga yang ikut berjuang dalam diam,” katanya.

Enam profesor yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Zumaidar (Biologi Tumbuhan), Prof. Dr. rer.nat Ilham Maulana (Kimia Anorganik), Prof. Dr. Vivi Silvia (Ekonomi Mikro), Prof. Dr. Rizwan (Teknik Galangan Kapal), Prof. Dr. dr. Iskandar Zakaria (Radiologi Intervensi), dan Prof. Dr. Drs. Ir. Tarmizi (Matematika Komputasi).

Pengukuhan ini turut dihadiri Rektor USK Prof. Dr. Mirza Tabrani, Ketua Senat Akademik Prof. Dr. Ir. Abubakar, jajaran Forkopimda Aceh dan Banda Aceh, para guru besar, tokoh masyarakat, mahasiswa, serta insan media.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas